Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

PII JATIM: Come Back To Pesantren

Bagikan:

Hidayatullah.com–Bertempat di gedung serba guna pesantren Ar Risalah di Ponorogo Jawa Timur, Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Jawa Timur yang diwakili Yusuf Ariandi melantik kepengurusan daerah  PII Kota Ponorogo (27/04/2012).

Hadir dalam pelantikan tersebut Ketua umum pengurus pusat  Perhimpunan Keluarga Besar PII Kanda Sutrisno Bachir didampingi mudir pesantren Ar Risalah KH Ma’sum dan mudir pesantren Daarut Tilawah KH Istiqom.

Selain itu  pengurus KB PII Jatim yang ikutserta dalam acara tersebut diwakilkan KH Dhofier Syah, mudir pesantren Darussalam Sampang dan Ustadz H. Tamat Anshory Ismail, Ketua Dewan dakwah Islamiyah Indonesia (DDII).

Sutrisno Bachir,  selaku Ketua Umum Pengurus Pusat  Perhimpunan Keluarga Besar PII yang hadir dalam kesempatan itu juga akan meletakkan batu pertama pembangunan masjid di pesantren tahfidzul Qur’an Daarut Tilawah. Pembangunan masjid yang bakal berkapasitas 500 jamaah ini juga akan menjadi pusat aktifitas PII bagi para santri.

Gempita dan alunan shalawat Nabi menyambut kembalinya kiprah PII di pesantren Ar Risalah. Kiprah PII membuktikan bahwa kaderisasi PII yang menyambung ikatan kuat antara pelajar umum dan pesantren yang merupakan tujuan, visi, dan misinya.

“Kembalinya PII di tengah-tengah pesantren  merupakan bukti kuat bahwa kaderisasi PII tidak memilah-milahkan pelajar umum dan santri justru menjadi potensi sumber daya manusia yang handal,” jelas Ir  Chairul Djaelani Ketua umum wilayah KB PII Jatim. Sudah saatnya PII tampil dan kembali ikutserta dalam pembinaan potensi SDM pelajar  dan santri untuk meraih satu visi pembinaan pelajar yang utuh, tambahnya.

Di tempat terpisah menurut Ketua Umum PW PII Jatim Bustanol Husein, sebenarnya sejak 65  tahun kebangkitan PII, orientasi pembinaan pelajar PII tidak pernah memilah-milahkan antara pelajar umum dan santri. 

“Justru PII mampu merangkul kekuatan pelajar di pesantren untuk terlibat membangun peradaban bangsa di negeri ini sejak lama,” katanya. Sekarang PII diterima kembali di pesantren tahfidzul qur’an Daarut Tilawah dan Ar Risalah tak lebih dari keinginan untuk membentuk watak pelajar Islam yang berprestasi dan berperadaban.

“Konsep Ta’dib dalam proses training yang berjalan selama ini mampu mengubah watak dan visioner  pelajar inilah yang diinginkan banyak pesantren untuk bisa terlibat dalam pembangunan watak pemimpin bangsa masa depan,” tambahnya.

Kehadiran PII didua pesantren di Jawa Timur adalah untuk kesekian kalinya PII diterima sebagai organisasi gerakan pelajar dalam membangun sebuah peradaban. Sebab puluhan tahun diawal kebangkitan PII utamanya di Jawa Timur pernah juga diterima di pesantren Darussalam Gontor Ponorogo dan hingga kini juga masih eksis pula PII di pesantren Darussalam Sampang, dan Al Islah Situbondo.*
 

 

Rep: Akbar Muzakki
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Wantim MUI Dorong Pemerintah Gencarkan Mitigasi Covid-19 

Wantim MUI Dorong Pemerintah Gencarkan Mitigasi Covid-19 

Tengku Zulkarnain Cadar

Maaher At-Thuwailibi Meninggal di Rutan Bareskrim Polri, Tengku Zulkarnain Sampaikan Hal Ini

Sejak Awal Berdiri MUI Tak Boleh Menyaingi Ormas Islam

Sejak Awal Berdiri MUI Tak Boleh Menyaingi Ormas Islam

BKsPPI: Pesantren Sebarkan Ajaran Islam Redam Isu Radikalisme

BKsPPI: Pesantren Sebarkan Ajaran Islam Redam Isu Radikalisme

“Silatnas Yang Ditunggu dan Dirindukan”

“Silatnas Yang Ditunggu dan Dirindukan”

Baca Juga

Berita Lainnya