Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Menag: Peredaran Video Porno Sangat Membahayakan Masyarakat

Bagikan:

Hidayatullah.com — Menteri Agama Suryadharma Ali selaku Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Pornografi mengaku prihatin dengan peredaran video mesum yang diduga oleh anggota DPR RI. Pemeran dan penyebar video tak bermoral tersebut perlu segera diungkap. Sebagai bagian dari penegakan UU No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

“Tak elok sekali video itu. Terlebih peredarannya kian meluas. Sangat membahayakan bagi masyarakat,” ujar Suryadharma Ali dikutip laman resmi Kemenag, Rabu (25/04/2012).

Menurutnya, kejadian ini perlu menjadi perhatian semua kalangan. Hal tersebut menunjukan kerusakan moral sudah semakin parah. Bahkan mengancam generasi penerus.

Dia meminta pihak-pihak terkait bisa secara cepat menuntaskan kasus ini. Pelaku dan pengedar video tersebut pantas terungkap. Tidak lagi menjadi perguncingan masyarakat. 

“Saya lebih prihatin jika persoalan ini tidak tuntas. Nama-nama yang dianggap terlibat video nakal itu bakal terus menjadi bahan omongan publik. Itu sangat tidak baik,” ujarnya.

Ia menyatakan, pemeriksaan terhadap pelaku yang diduga terlibat menjadi kunci terbukanya perkara. Sekaligus meneliti lebih dalam proses peredaran video tersebut. Agar publik dapat memhami persoalan lebih detil.

“Pemeriksaan tersebut penting untuk mengakhiri polemik dan memperoleh kepastian apakah pelaku dalam video porno benar anggota DPR yang notabene merupakan wakil rakyat,” ujar Suryadharma.

Tak cukup itu saja, dia meminta pihak terkait yang melakukan penyelidikan ini dapat melihat kebenaran perkaranya. Apakah kasus itu merupakan rekayasa, atau memang adegan yang sesungguhnya.

Suryadharma Ali mendukung langkah BK DPR. Sebab, BK DPR adalah institusi formal yang bertugas menjaga disiplin dan integritas anggota DPR RI. 

“BK DPR harus menjadi institusi internal yang didepan menjaga nama baik legislatif. Jadi ungkaplah sedalam mungkin,” paparnya.

Mengenai program Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Pornografi, Suryadharma Ali mengaku tahapan pertama ini masih sebatas untuk melakukan sosialisasi. Itu sebagai langkah memberikan pemahaman sama tentang peran dan fungsi unit tersebut.

Dia berharap upaya pendekatan yang persuasif dalam menjelaskan fungsi gugus tugas dapat merespon publik. Dengan munculnya masukan dan informasi yang dalam. Agar peran gugus tugas menjadi lebih optimal.*

Rep: Ainuddin Chalik
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Novel Punya Tim Investigasi Sendiri Kasus Penyerangannya

Novel Punya Tim Investigasi Sendiri Kasus Penyerangannya

Indonesia akan Beli Pesawat Tanpa Awak Teknologi Israel

Indonesia akan Beli Pesawat Tanpa Awak Teknologi Israel

MUI Tidak Mungkin Mendirikan Perusahaan

MUI Tidak Mungkin Mendirikan Perusahaan

Masyarakat Sipil: DPR Hentikan Pembahasan RUU, Fokus Awasi Penanganan Covid-19

Masyarakat Sipil: DPR Hentikan Pembahasan RUU, Fokus Awasi Penanganan Covid-19

RAYA Indonesia Somasi Menperin Cabut Regulasi Roadmap Produksi Rokok 2015-2020

RAYA Indonesia Somasi Menperin Cabut Regulasi Roadmap Produksi Rokok 2015-2020

Baca Juga

Berita Lainnya