Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Atas Nama Kesetaraan Lesbi-Homoseksual Cenderung Dilegalkan

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintah khususnya Kementrian Agama sangat berkepentingan dan wajib hukumnya mempertahankan eksistensinya keberadaan ormas ormas keagamaan seperti NU, Muhammadiyah dan lain sebagainya. Demikian dikemukakan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar dalam acara Konsolidasi Ulama se Indonesia di Hotel Kaisar Jakarta, Sabtu lalu.

Acara yang diikuti ratusan ulama juga dihadiri Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Ansyad Mbai, dan Rais Syuriah PBNU DR KH Masdar Farid Masudi.

Menurut Wamenag, pergolakan yang terjadi di berbagai belahan bumi tidak akan mempengaruhi kondisi Indonesia yang sangat plural dan penuh kedamaian. Selama masih ada ulama maka selama itu pula Indonesia akan kokoh dan tak tergoyahkan.

Dikatakan, saat ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan pada persoalan yang sangat komplek, atas nama reformasi keadaban publik diacak-acak, atas nama demokrasi kesantunan sosial disingkirkan, atas nama HAM nilai-nilai agama diabaikan, atas nama keterbukaan fitnah dan su`udzon sudah merajalela.

“Atas nama kebebasan pers aib orang dibongkar, atas nama kebebasan mimbar akhlakul karimah dihilangkan, atas nama kesetaraan jender lesbi homoseksual cenderung dilegalkan dan ada kecenderungan ada jarak antara umat Islam dengan ajaran cenderung berseberangan,” terangnya dikutip laman Kemenag, Senin (02/04/2012).

Lebih Lanjut Nasaruddin mengatakan, saat ini banyak sekali pihak yang suka bicara akan tetapi sangat sedikit yang mau menjalaninya, padahal kita tahu banyak ayat dan hadits yang meriwayatkannya.

Wamenag berharap, NU dan jaringannya harus secara terus menerus memperkuat dan mengitrodusir pola pola menejemen yang baik dan modern. Karena dari sinilah, NU akan tetap maju dalam perjalanan sejarah.

Acara konsolidasi ulama se Indonesia dengan tema “menilik peran pesantren dari A – Z” yang digelar Nurul Maiyyah Indonesia (NMI) kerjasama dengan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) belangsung hingga Senin, 2 April dengan menghadirkan beberapa nara sumber antara lain Rais Aam PBNU KH MA. Sahal Mahfudh, Ketua Umum PBNU KH Said Agil Sirod, Wakil Ketua Umum PBNU H As`ad Ali Said, Kapolri, Kepala BIN dan beberapa nara sumber lainnya.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Non-Muslim Minta Dialog Harus Dilakukan Terus-menerus

Non-Muslim Minta Dialog Harus Dilakukan Terus-menerus

Zulkieflimansyah: PKS Pertimbangkan Strategi dalam Manuver Politiknya

Zulkieflimansyah: PKS Pertimbangkan Strategi dalam Manuver Politiknya

Ini Kata Jimly soal Klaim AS atas Baitul Maqdis

Ini Kata Jimly soal Klaim AS atas Baitul Maqdis

Kunjungan SBY  Dinilai Gagal Redam Pembataian Muslim Myanmar

Kunjungan SBY Dinilai Gagal Redam Pembataian Muslim Myanmar

Baasyir Menentang Terorisme, Keluarganya Sangat Menghormati NU

Baasyir Menentang Terorisme, Keluarganya Sangat Menghormati NU

Baca Juga

Berita Lainnya