Selasa, 16 Februari 2021 / 4 Rajab 1442 H

Nasional

Menag Sambut Positif Usulan Baca Qur`an Masuk UN

Bagikan:

Hidayatullah.com–Sejumlah ulama menilai pelaksaan ujian nasional (UN) selama ini masih kurang baik. Karena lebih mendominasi pada ujian akademis semata. Tidak memasukan materi ujian keagamaan, khususnya membaca Al Quran.

Menanggapi itu, Menteri Agama Suryadharma Ali secara lugas memberikan respon positif. Membaca Al Quran dianggap layak menjadi bagian dari ujian nasional meskipun perlu ada pengkajian lebih mendalam.

“Sebagai menteri agama, saya sangat senang mendengar usulan ini. Tapi UN itu merupakan kewengan Menteri Pendidikan. Jadi nanti saya bicarakan dengan pak Nuh (Mendikbud;red),” ujar Menteri Agama, Suryadharama Ali saat menghadiri Zikir Akbar dan Sholawat di alun-alun utara, Jogjakarta, dikutip laman Kemenag.

Menurutnya memasukan materi baca Al Quran dalam ujian nasional sudah tepat. Apalagi pelajaran Al Quran memang bagian dari pelajaran agama Islam. Jadi secara akademis bisa diujikan.

Apalagi, sambung dia, meningkatkan kemampuan baca Al Quran dapat membentuk pribadi yang lebih baik. Itu sama artinya mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter.

“Coba ibu dan bapak lihat anak-anak kita sekarang. Mereka lebih gemar nonton sinetron daripada mengaji,” ujarnya.

Padahal, tutur politisi PPP ini sejak jaman dulu kebiasaan mengaji dilakukan setiap malam hari. Membaca Al-Quran sebagai bagian dari kehidupan anak-anak di jaman itu. Bahkan ada sanksi jika tidak ikut pengajian.

Tak cukup itu saja, Ketua Umum PPP ini pun mengakui ada pergeseran cara mendidik anak yang terjadi. Tak sedikit keluarga yang kurang memperhatikan pendidikan agama di lingkungan internalnya.

“Ada kan keluarga yang lebih senang membicarakan gosip-gosip di televisi. Kan itu tak bermanfaat, lebih baik mendalami Al Quran di keluarga,” ungkapnya.

Mendorong penguatan membaca Al quran tersebut, Menteri Agama menyatakan telah digelontorkan program Magrib Mengaji. Yaitu kegiatan yang mengajak masyarakat membiasakan kembali mengaji setelah sholat Magrib.

Dia mengakui kegiatan ini sangat berkaitan dengan dukungan masyarakat. Karena program ini banyak tantangannya, antara lain tayangan televisi yang terkadang lebih menarik saat jelang malam. Sehingga orang tua, anak muda, dan pelajar pun lebih tertarik melihat televisi.

“Belum lagi tantangan lainnya. Jadi ini butuh dorongan bersama. Musti dilakukan secara massif,” paparnya.

Ketua majelis zikir, Habib Syekh Abdulkadir Assegaf menambahkan usulan membaca Al Quran dalam ujian nasional memang sangat penting. Bukan hanya memberikan penguatan pada generasi muslim terkait membaca Al Quran, tetapi juga menumbuhkan spirit Islami.

Dengan itulah, dia berharap pemerintha dapat menambah materi ujian nasional dengan membaca Al Quran. Agar nilai yang dihasilkan dalam ujian itu lebih sempurna. “Saya yakin yang demo-demo dan ngerusak itu nggak baca Al Quran. Karena waktu UN nya tidak ada materi membaca Al Quran,” ungkapnya dihadapan ribuan jamaah.*

Rep: Ibnu Syafaat
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Muslimah Indonesia jangan Apatis Melihat Persoalan Bangsa

Muslimah Indonesia jangan Apatis Melihat Persoalan Bangsa

MPM Muhammadiyah Sebut Permasalahan Pertanian Kian Mengkhawatirkan

MPM Muhammadiyah Sebut Permasalahan Pertanian Kian Mengkhawatirkan

Momentum Muharram, Siswa Diimbau Pahami Sejarah Islam

Momentum Muharram, Siswa Diimbau Pahami Sejarah Islam

PDIP Akhirnya Setuju Pasal Larangan Komunisme, Marxisme dalam RUU HIP

PDIP Akhirnya Setuju Pasal Larangan Komunisme, Marxisme dalam RUU HIP

Adnin Armas: Memprihatinkan, Manusia Perahu di Jakarta Seperti Pengungsi Rohingya

Adnin Armas: Memprihatinkan, Manusia Perahu di Jakarta Seperti Pengungsi Rohingya

Baca Juga

Berita Lainnya