Rabu, 1 Desember 2021 / 25 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Menag Minta NU Tidak “Genit”

Bagikan:

Hidayatullah.com–Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi massa agama yang besar dan tertua yang telah banyak berkiprah di era pergolakan politik nasional.

Namun kini, lebih terkonsentrasi pada persoalan sepele saja. Tidak melihat beban bangsa yang lebih berat yang sejatinya bisa diperankan oleh organisasi sehebat NU. Pernyataan ini disampaikan Menteri Agama Suryadharma Ali belum lama ini.

“NU terlihat mulai tidak solid, terpecah belah bahkan dalam urusan pilkada pun NU terseret arus itu,” ujar Menteri Agama Suryadharma Ali saat bersilahturahim dengan kaum Nahdiyin di Lamongan, Jawa Timur, Senin (26/03/2012) dikutip laman Kemenag.

Menurutnya peran NU sangatlah strategis. Bukan hanya dari jumlah warga NU yang sangat banyak. Tetapi NU memiliki para pemikir Islam yang luar biasa. Sewajarnya menempatkan perannya yang lebih besar.

Menurut Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengharapkan NU dapat menjadi perekat semua perbedaan. NU memberikan fasilitas penuntasan berbagai persoalan bangsa. Bahkan mempercepat kemajuan Negara.

“Kan sangat indah jika NU itu sangat solid. Hingga mempererat perbedaan, tidak berpecah belah dan juga NU yang tidak genit,” ujar Suryadharma yang disambut tepuk tangan meriah warga NU.

Mantan Ketua Umum PMII periode 1985-1988 ini juga mengingatkan agar petinggi NU tidak terus memperlihatkan ketidakbersamaan. Perbedaan para petinggi NU akan sangat berpengaruh bagi keharmonisan warga NU lainnya.

Suryadharma mengatakan, jumlah warga NU yang besar tidak akan bisa memberikan manfaat apabila tidak pernah bersatu.

“Usaha untuk mewujudkan program NU itu lebih bermanfaat daripada mengeluarkan satu juta kata yang mengumbar perbedaan,” paparnya.

Lebih lanjut Suryadharma juga mengajak agar warga Nahdliyin dapat melakukan evaluasi diri. Evaluasi ini terkait dengan prinsip NU sebagai gerakan kultural dan legalistik.

“Kalau hanya ambil jalan kultural maka NU tidak akan bisa bawa cita-cita umat ke dalam suatu keadaan yang sejahtera dan kuat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, SDA juga sempat menyentil adanya sejumlah tokoh Islam yang justru bersikap mengabaikan ajaran Islam. Atas dalih menegakkan Hak Asasi Manusia (HAM) maupun kebebasan, para tokoh Islam itu justru memecah belah kekuatan umat.

“Sekali lagi saya mohon maaf harus bilang ini. Semua ini saya sampaikan karena saya cinta pada NU,” katanya.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Soal Ahok, Pakar Hukum: Napi Tak Bisa Dipindahkan ke Rutan

Soal Ahok, Pakar Hukum: Napi Tak Bisa Dipindahkan ke Rutan

Deklarasi Dukungan, Komunitas Ini Ingin Bupati Yoyok Pimpin Jakarta

Deklarasi Dukungan, Komunitas Ini Ingin Bupati Yoyok Pimpin Jakarta

Tanggapan Gus Solah Soal NU disebut Organisasi Radikal

Tanggapan Gus Solah Soal NU disebut Organisasi Radikal

Menag: Penghitungan Hilal Bisa Dipersatukan

Menag: Penghitungan Hilal Bisa Dipersatukan

FUUI Jabar: Kami Sudah Menduga Ahmadiyah Bakal Menolak

FUUI Jabar: Kami Sudah Menduga Ahmadiyah Bakal Menolak

Baca Juga

Berita Lainnya