Sabtu, 25 September 2021 / 17 Safar 1443 H

Nasional

Muslimin Hadapi Kelompok Kontra yang Didukung Kekuatan Besar

Bagikan:

Hidayatullah –Aksi “Indonesia Tanpa Liberal” berlangsung damai pada hari Jum’at (09/03/2012) kemarin. Acara yang dihadiri sekitar 2000 orang ini mengangkat berbagai macam isu. Di antaranya menolak liberalisme, termasuk gagasan-gagasan yang sering dilontarkan kelompok Jaringan Islam Liberal (JIL) yang bermarkas di Utan Kayu hingga protes terhadap liberalisasi Migas yang menyebabkan kenaikan BBM. 

Fauzan Al Anshari salah satu pemberi orasi yang juga mantan Ketua Departemen Data Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) mengatakan umat Islam saat ini menghadapi kekuatan kontra yang berpihak pada paham liberal yang didukung kekuatan besar.

Fauzan juga mengingatkan pentingnya umat Islam untuk lebih dewasa memahami gerakan intelijen yang selalu membangun perpecahan dan mengadu-domba antara ormas dan gerakan Islam.

”Umat Islam sering bergerak dengan penuh semangat, namun sedikit yang memiliki intelektualitas. Kita perlu duduk bersama dan menyepakati musuh bersama. Selama umat Islam terus disibukkan dengan memperdebatkan perbedaan, maka kita akan terus dilemahkan oleh infiltrasi intelijen ke dalam tubuh umat Islam. Target dari setiap operasi intelijen ini juga melemahkan setiap langkan internalisasi Islam, di mana ada gagasan sinergitas umat di situ intelijen hadir untuk memecah belah dengan fitnah dan adu-domba antar gerakan,” jelasnya.

Menurut Fauzam, demokrasi sebagai anak sulung liberalisme merupakan aset pemecah belah umat yang paling efektif. Karena itu semua pihak seharusnya menyadari satu kelompok gerakan saja tidak akan mampu menyelesaikan semua permasalahan keumatan yang ada di negara ini.

Sementara itu, Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Shihab berorasi menjelaskan bedanya jika aksi dilakukan FPI dan kaum homo. Meski jumlah FPI jauh lebih banyak dan kalangan homo puluhan, tetapi media lebih menarik membela kaum homo, ujarnya. [baca; Habib Rizieq: Karena Bukan Bencong Kita Tak Masuk TV]

“Tapi, (meski banyak) jangan mimpi masuk televisi, kenapa? Karena kita bukan bencong, karena kita bukan homo, karena kita bukan lesbi, karena kita bukan koruptor,” sambung Habib Rizieq disambut antusias massa.”*/thufail

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

PBNU PPN Pendidikan

Tolak PPN Jasa Pendidikan, PBNU Tak Habis Pikir dengan Mind Set Pengambil Kebijakan Negara

Masyarakat-OJK Diimbau Waspadai dan Minimalisir Investasi Ilegal

Masyarakat-OJK Diimbau Waspadai dan Minimalisir Investasi Ilegal

Indonesia Diminta Kirim Bantuan Kemanusiaan di Gaza

Indonesia Diminta Kirim Bantuan Kemanusiaan di Gaza

Fadli Zon: Tanpa Mosi Integral Natsir, Tak Akan Ada NKRI

Fadli Zon: Tanpa Mosi Integral Natsir, Tak Akan Ada NKRI

Soal Uji Materi Pasal Kesusilaan, Hakim MK: Terus Diproses

Soal Uji Materi Pasal Kesusilaan, Hakim MK: Terus Diproses

Baca Juga

Berita Lainnya