Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Seminar dan Peluncuran “Rihlah Ilmiah Wan Daud”

Bagikan:

Hidayatullah.com—Agak berbeda dengan biasa, ajang Islamic Book Fair (IBF) tahun 2012 di Jakarta menghadirkan seorang pakar pendidikan dan pemikiran Islam Internasional, Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud.

Acara ini boleh dibilang sangat istimewa, sebab dalam seminar dan dialog kali ini, Prof. Wan Mohd Nor akan meluncurkan buku terbarunya berjudul “Rihlah Ilmiah Wan Mohd Nor Wan Daud: Dari Neomodernisme ke Islamisasi Ilmu Kontemporer”.

Menurut Adian Husaini, yang juga editor buku ini,  bagi pecinta dunia pemikiran dan pendidikan Islam, buku ini sangat menarik dan sangat penting, sebab neo-modernisme dan dan Islamisasi ilmu merupakan dua arus utama corak pemikiran yang berkembang di Indonesia saat ini, khususnya di Perguruan Tinggi Islam.

Keunikan lain,  buku ini ditulis dalam wawancara.

“Karena itu, saran saya, perlukan untuk hadir dalam acara seminar dan dialog penting ini, “ ujarnya.

Seperti diketahui, Prof Wan Mohd Nor adalah satu-satunya ilmuwan yang berguru secara intensif kepada dua ilmuwan besar di abad XX dan XXI, yaitu Prof. Dr Fazlur Rahman dan Prof.Dr Syed Muhammad Naquib al-Attas.

Saat belajar di University of Chicago, Wan Mohd Nor belajar kepada Fazlur Rahman bersama Prof A. Syafii Maarif, Prof Amien Rais, Dr Nurcholish Madjid.

Fazlur Rahman dikenal sebagai tokoh pemikir berfaham neo-modernis yang menjadi inspirasi pengembangan paham “Islam liberal” di Indonesia. Neo-modernisme menerima metode hermeneutika dalam penafsiran al-Quran. Neo-modernisme juga menolak gagasan Islamisasi Ilmu Pengetahuan.

Dalam buku yang ditulis dengan gaya wawancara ini, Wan Mohd Nor mengaku bangga pernah berguru pada Fazlur Rahman, tetapi sekaligus bersikap kritis terhadap beberapa pemikiran utamanya, termasuk dalam soal hermeneutika dan Islamisasi ilmu.

Buku ini memaparkan kisah-kisah menarik – disertai dengan dokumen-dokumen otentik — bagaimana persahabatan yang sangat erat antara Wan Mohd Nor dengan Amien Rais dan Syafii Maarif. Tapi, pada saat yang sama, kita bisa memahami bagaimana perbedaan pemikiran antara Wan Mohd Nor dengan sejumlah sahabatnya itu.

Acara seminar akan dilaksanakan hari Sabtu, 10 Maret 2012 mulai pukul 13.00-15.00 WIB bertempat di Arena IBF 2012, di Ruang Anggrek Istora Senayan Jakarta.

Selain akan menghadirkan pembicara utama; Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud  (Direktur Center for Advanced Studies on Islam, Science, and Civilization- Universiti Teknologi Malaysia), juga menghadirkan Prof. Dr. Didin Hafidhuddin MS (Direktur Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor), Dr. Adian Husaini, M.Si.  (Ketua Program Magister dan Doktor Pendidikan Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor) serta moderator  Dr. Nirwan Syafrin, MA (Pakar Pemikiran Islam, INSISTS).*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Gus Idrus: Pilih Pemimpin yang Tidak Merugikan Islam

Gus Idrus: Pilih Pemimpin yang Tidak Merugikan Islam

Kemkominfo: Stop Konsumsi Pornografi Hindari Kerusakan Sel Otak

Kemkominfo: Stop Konsumsi Pornografi Hindari Kerusakan Sel Otak

Pelaku Pemaksaan Agama Bisa Dihukum 5 Tahun Atau Denda Seratus Juta

Pelaku Pemaksaan Agama Bisa Dihukum 5 Tahun Atau Denda Seratus Juta

Yayasan Al-Washiyyah Santuni 1000 Keluarga Dhuafa

Yayasan Al-Washiyyah Santuni 1000 Keluarga Dhuafa

Syafii Maarif Tegaskan Putusan Hakim atas Ahok Harus Dihormati

Syafii Maarif Tegaskan Putusan Hakim atas Ahok Harus Dihormati

Baca Juga

Berita Lainnya