Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ekonomi Islam Solusi Alternatif Terhadap Ketidakadilan

Bagikan:

Hidayatullah.com–Ekonomi Islam saat ini merupakan alternatif terbaik. Sistem ekonomi Islam menjadi solusi alternatif terhadap ketidakadilan yang muncul akibat sistem ekonomi konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa Islam memang membawa kebaikan untuk semua, bukan hanya untuk orang Islam saja.

“Ekonomi Islam memiliki keunggulan, baik sebagai ilmu maupun sistem. Dalam dunia profesional, ekonomi Islam pun dibutuhkan oleh pasar, karena sesuai dengan permintaan,” kata Drs. Masyhudi Muqorobin, M.Ec, Akt., Kaprodi Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, seusai menerima kunjungan Universitas Pendidikan Indonesia, Rabu (15/2/2012), di Kampus Terpadu UMY.

Ekonomi Islam, lanjutnya, membawa nilai-nilai yang belum muncul pada sistem ekonomi konvensional. “Sebagai contoh, saat meminjam uang di bank konvensional,  pertanyaan atas peminjaman menjadi kurang penting. Di bank dengan sistem ekonomi Islam, misalnya bank syariah, tujuan peminjaman harus jelas. Untuk pembelian barang atau jasa, harus disebutkan. Karenanya, istilah peminjaman diubah menjadi pembiayaan,” kata Masyhudi.

Sementara bagi peminjam modal, sistem bagi hasil diberlakukan. “Sistem bagi hasil, artinya juga adalah bagi resiko,” sebutnya.

Di bank konvensional, kalau peminjam bangkrut, maka jaminan akan diambil. Bank tidak akan ambil pusing. Tapi dengan sistem ekonomi Islam, akan ada pemberian jangka waktu penangguhan. “Hal ini seperti yang diajarkan dalam Al Quran,” ujarnya, dalam laman Muhammadiyah.*

Rep: Ama Farah
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

MUI: Sukmawati Tidak Terlalu Memperhitungkan Dampak Puisinya

MUI: Sukmawati Tidak Terlalu Memperhitungkan Dampak Puisinya

Psikolog: Perceraian Meningkat, Pemicu Utamanya Perselingkuhan

Psikolog: Perceraian Meningkat, Pemicu Utamanya Perselingkuhan

Idul Adha, Haedar Ajak Umat Kembangkan Solidaritas Sosial

Idul Adha, Haedar Ajak Umat Kembangkan Solidaritas Sosial

Menag: Indonesia Negara Hukum, Jangan Main Hakim Sendiri

Menag: Indonesia Negara Hukum, Jangan Main Hakim Sendiri

Soal Gugat UU Migas, Din Syamsudin Sebut “Jihad Konstitusi”

Soal Gugat UU Migas, Din Syamsudin Sebut “Jihad Konstitusi”

Baca Juga

Berita Lainnya