Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

FPI Nilai Ada “Preman” Terkait Percobaan Pembunuhan

Bagikan:

Hidayatullah.com—Front Pembela Islam (FPI) menilai, upaya pembunuhan terhadap rombongan FPI Jakarta dan calon Ketua FPI Palangkaraya melibatkan “preman”.

“Bahwa para pelaku upaya percobaan pembunuhan terhadap rombongan Pimpinan FPI Pusat adalah gerombolann preman anarkhis binaan Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang dengan operator lapangan Yansen Binti, Lukas Tingkes dan dan Sabran, yang telah mencatut dan mengatas-namakan Suku Dayak,” demikian pernyataan resmi FPI bertajuk “Pernyataan Sikap FPI tentang Percobaan  Pembunuhan  terhadap Pimpinan FPI oleh Gerombolongan Preman Rasis dan Fasis dan Anarkis Binaan Gubernur Kalimantan Tengah  Teras Narang” yang dimuat di laman fpi.or.id, Senin, 13 Februari 2012.

Tuduhan FPI ini disampaikan karena selama ini pihaknya telah memiliki hubungan cukup baik dengan Suku Dayak.

“Bahwa DPP FPI selama ini memiliki hubungan sangat baik dengan berbagai Suku Dayak se Kalimantan, bahkan saat ini DPP FPI sedang melakukan advokasi dan litigasi membantu masyarakat Dayak Seruyan dalam Konflik Agraria di Kabupaten Seruyan – Kalimantan Tengah, dan DPP FPI siap membela seluruh masyarakat Dayak yang terzalimi di seluruh Kalimantan,” tulisnya.

Selanjutnya, pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua Umum DPP–FPI,
Habib Muhammad Rizieq Syihab, MA  dan Sekretraris Jenderal FPI, KH. Ahmad Sabri Lubis itu juga mendesak SBY mencopot Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang dari jabatan gubernur.

“Karenanya, DPP FPI meminta kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk menon-aktifkan Teras Narang dari jabatan Gubernur Kalimantan Tengah selama PROSES HUKUM peristiwa tersebut berjalan, “ demikian tulisnya.

Menurut FPI, alasan ini diungkapkan karena yang bersangkutan dinilai telah menyebar-luasan sikap rasis dan fasis terkait SARA terhadap sesama anak bangsa.

Sementara itu, pihak Yansen Binti dikutip Samarinda Post mengatakan, pihaknya menolak kasusnya ini dikaitkan dengan SARA. Menurutnya, penolakan terhadap FPI karena keguatan organisasi itu dinilai tidak sesuai dengan filosofi “Huma Betang” di Kalteng yang menjunjung tinggi perdamaian  serta hidup dengan toleransi tinggi antar umat beragama.

Sebaliknya dalam pernyataan resminya, FPI menilai, sikap kebrutalan dan kebiadaban dalam aksi menghadang FPI itu justru telah melecehkan dan memperkosa “Huma Betang”  Suku Dayak itu sendiri.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

LDII Bantah Telah Rencanakan Serangan

LDII Bantah Telah Rencanakan Serangan

Kemenag Susun Kode Etik Siaran Dakwah di Media Elektronik

Kemenag Susun Kode Etik Siaran Dakwah di Media Elektronik

Panitia Seminar “Pemberhentian Presiden” Diteror Ancaman Pembunuhan

Panitia Seminar “Pemberhentian Presiden” Diteror Ancaman Pembunuhan

PKS Amandemen Anggaran Dasar untuk Kader Nonmuslim

PKS Amandemen Anggaran Dasar untuk Kader Nonmuslim

Jika TNI Dilibatkan, YLBHI: Pemberantasan Terorisme Selama ini Dianggap Gagal

Jika TNI Dilibatkan, YLBHI: Pemberantasan Terorisme Selama ini Dianggap Gagal

Baca Juga

Berita Lainnya