Rabu, 26 Januari 2022 / 22 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

PWNU Jatim Dukung Fatwa MUI Soal Dakwah Tajul Muluk

Bagikan:

Hidayatullah.com— Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur menyatakan sikap dukungannya terhadap fatwa sesat ajaran Syi’ah yang dibawa Tajul Muluk Ma’mun yang telah dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan, Madura.
Pernyataan ini disampaikan Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur, KH. KH. Mutawakkil Alallah.

“Posisi kita mendukung fatwa yang telah dikeluarkan oleh MUI Sampang, “ ujarnya kepada hidayatullah.com, Rabu (04/01/2012) siang.

Sebelumnya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang melalui Ketua Tanfidz PCNU KH Muhaimin juga mengeluarkan pernyataan senada, yang mengatakan bahwa keberadaan aliran Syi’ah tidak dikehendaki mayoritas masyarakat Sampang.

Saat ditanya, tentang di mana kebebasan dan hak seseorang dalam beribadah, khususnya penganut Syi’ah,  Kiai Mutawakkil menjelaskan, dirinya tak pernah melarang orang beribadah dan berkeyakinan, karena itu hak setiap orang. Hanya saja, cara dakwah yang meresahkan yang dibawa oleh Tajul Muluk, tidak bisa diterima masyarakat.

“Jadi bukan keyakinannya yang kita larang. Lebih pada manhaj (cara/metode) dakwah yang dibawanya, karena tidak diterima dan telah membuat masyarakat Madura resah,” ujarnya.

Lebih jauh Kiai Mutawakkil mengatakan, bagi orang Madura, menghina ulama dan orang-orang yang dimuliakan, pasti akan melahirkan amarah yang  berujung bentrokan.

“Jangankan menghina Sahabat Nabi, menghina kiai-nya saja bisa melahirkan bentrok dan berujung pada kerusuhan. Apalagi jika metode dakwahnya jelas-jelas menghina Sahabat Nabi, orang-orang yang dimuliakan bahkan dalam al-Quran telah dijamin Allah masuk surga, “ tambahnya.

Menurut Mutawakkil, selama ini, dakwah yang disampaikan Tajul Muluk telah membuat resah warga Madura. Nah, keresahan itulah yang akhirnya melahirkan instabilitas dan keamanan.

Seperti diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sampang, Madura hari Senin, mengeluarkan fatwa sesat ajaran Syi’ah yang dibawah Tajul Muluk Ma’mun.

Dalam fatwa bernomor: A-035/MUI/spg/2012 tentang kesesatan ajaran Syi’ah yang telah disebarluaskan oleh saudara Tajul Muluk di Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang itu menegaskan, bahwa aliran yang dibawa Tajul Muluk itu dinilai sudah menyimpang dari ajaran Islam.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

NU Akan Berikan Bantuan Pangan ke Irak. Siapa menyusul?

NU Akan Berikan Bantuan Pangan ke Irak. Siapa menyusul?

MUI: Ini Proses Sertifikasi untuk Lembaga Sertifikasi Luar Negeri

MUI: Ini Proses Sertifikasi untuk Lembaga Sertifikasi Luar Negeri

FPI Desak KPK Audit Kemenkes Soal Program Kondom

FPI Desak KPK Audit Kemenkes Soal Program Kondom

Aksi Bela Islam III, GNPF-MUI: Aksi Menunggu Penegakkan Hukum dan Keadilan

Aksi Bela Islam III, GNPF-MUI: Aksi Menunggu Penegakkan Hukum dan Keadilan

MUI Dorong Regulasi yang Lebih Memihak Ekonomi Rakyat

MUI Dorong Regulasi yang Lebih Memihak Ekonomi Rakyat

Baca Juga

Berita Lainnya