Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

MUI Jatim Desak Walikota Surabaya Tutup Dolly

Bagikan:

Hidayatullah.com–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mendesak Walikota Surabaya menutup lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, Dolly.

“Para bupati dan walikota di Jatim, terutama Walikota Surabaya beserta seluruh elemen masyarakat, harus menutup lokalisasi. Semua harus berpikir dampaknya. Jangan gara-gara alasan ekonomi lalu kemaksiatan di lokalisasi dibiarkan tumbuh pesat,” ujar Ketua MUI Jawa Timur, KH Abdussomad Bukhori di Surabaya, Kamis (1/12/2011).

Diinformasikan sebelumnya, penyebaran HIV/AIDS di Jawa Timur tiap tahunnya meningkat dengan pesat. Angka pertumbuhan HIV/AIDS dari Januari sampai September tahun ini mencapai 5.091 orang. Ini menjadikan epidemi mematikan tersebut telah menyebar luas di kabupaten/kota.

Sebaliknya, kasus HIV/AIDS yang ada di Jawa Timur marak akibat dipicu oleh lokalisasi yang menjamur di setiap daerah. Di Surabaya, lokalisasi menjadi pemicu utama meroketnya angkap pengidap HIV/AIDS.

“Kami meyakini penularan HIV/AIDS melalui perbuatan maksiat di lokalisasi lebih tinggi dibanding narkoba. Selama ini aparat kepolisian secara serentak memberantas peredaran narkoba, akan tetapi dalam hal lokalisasi, pemerintah daerah masih bersikap setengah-setengah saat melakukan penutupan,” beber Bukhori, dimuat Rakyat Merdeka.

Secara keseluruhan, lanjut Buchori, jika masalah ini tidak segera ditangani, maka penularan HIV/AIDS tidak bisa ditekan dan justru akan terus bertambah tiap tahunnya.

Menyoal wacana penutupan lokalisasi Dolly Surabaya, menurut Buckhori, hal itu bukan sebuah bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Malah, bila penutupan bisa dilakukan, itu akan menjunjung tinggi harkat martabat manusia. Karena itu MUI meminta agar Walikota Surabaya tak perlu bersikap paradoks.

Data yang dihimpun Puskesmas Putat Jaya sewaktu melakukan pengecekan kesehatan para PSK di lokalisasi Dolly, dari 1.287 pelacur, sekitar 80 persen mengidap infeksi penyakit seks menular. Tahun 2006 tercatat ada 65 pengidap HIV/AIDS, tahun 2007 – 95 pengidap, tahun 2008 – 72 pengidap, dan 2009 – 46 pengidap.*

Rep: Muhammad Usamah
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Metro Bantah Tayangan “Berdarah Yahudi, Bernafas Indonesia”  Dimaksudkan Bela Yahudi

Metro Bantah Tayangan “Berdarah Yahudi, Bernafas Indonesia” Dimaksudkan Bela Yahudi

Gempa >19 Kali di Kupang NTT, Terbesar 6,2 SR

Gempa >19 Kali di Kupang NTT, Terbesar 6,2 SR

Kunjungan Sejoli dari Gaza

Kunjungan Sejoli dari Gaza

31 Orang Meninggal di Kampung Adat Korban Longsor Sukabumi

31 Orang Meninggal di Kampung Adat Korban Longsor Sukabumi

Wartawan Hidayatullah Grup Dapat ‘HPN Award’

Wartawan Hidayatullah Grup Dapat ‘HPN Award’

Baca Juga

Berita Lainnya