Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Acuan Bagi Hasil Bank Syariah Akan Dikeluarkan

Bagikan:

Hidayatullah.com–Bank Indonesia sedang melakukan kajian indeks tingkat imbal hasil pada 10 sektor ekonomi di Indonesia. Indeks tingkat imbal hasil tersebut nantinya akan dijadikan acuan bagi perbankan syariah untuk menentukan bagi hasil pembiayaan.

Mulya Siregar, Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI), mengatakan, indeks tingkat imbal hasil (index return rate) merupakan kajian multiyears yang telah berjalan dua tahun dan segera memasuki tahun ketiga.

“Tahun lalu kami telah menyelesaikan dua sektor yakni pertambangan dan pertanian. Masih ada 8 sektor yang diharapkan akan selesai dalam dua tahun lagi,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (16/11/2011).

Dia menjelaskan, lamanya proses kajian karena hasil dari survei lapangan masih akan diproses secara komputerisasi. Setelah selesai, indeks tersebut akan dijadikan acuan perbankan syariah untuk menentukan tingkat bagi hasil dari pembiayaan dengan akad mudharabah dan musyarakah.

“Selama ini perbankan syariah buta akan perhitungan bagi hasil karena belum ada indeks return masing-masing sektor ekonomi. Mereka selama ini menghitung bagi hasil dari tingkat bunga yang ada di pasar,” jelasnya.

Selain itu, indeks tingkat imbal hasil tersebut juga akan bermanfaat bagi masyarakat ketika melakukan negosiasi pembiayaan dengan perbankan syariah. “Setelah ada acuan maka persaingan antara bank terletak pada efisiensi,” ujarnya.

Bagi bank syariah yang efisien, diharapkan akan memberikan bagi hasil yang lebih besar kepada nasabah. Begitupula sebaliknya. “Dengan indeks return diharapkan porsi pembiayaan mudharabah dan musyarakah akan meningkat dibandingkan dengan murabahah,” ujarnya.

Data bank sentral mengungkapkan, porsi pembiayaan murabahah (akad jual beli) yang terkenal dengan tingkat margin tetap, masih mendominasi portofolio pembiayaan industri. Murabahah memiliki porsi 54,06% atau sekitar Rp51,36 triliun dari total portofolio yang sebesar Rp95 triliun.

Adapun pembiayaan dengan sistem bagi hasil, yakni mudharabah dan musyarakah baru memegang porsi 29,31% atau sekitar Rp27,84 triliun. Sisanya merupakan pembiayaan dengan akad Istishna, qardh, dan ijarah.

Rizqullah, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Syariah (BNI Syariah), mengatakan, selama ini bank syariah memiliki tolak ukur yang berbeda dalam menentukan tingkat imbal hasil sektor ekonomi. “Tolak ukurnya lain-lain sesuai dengan profil risiko dari masing-masing bank,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, indeks return sektor ekonomi tersebut akan memperkaya bank syariah untuk menentukan tingkat bagi hasil pembiayaan. “Kalau ada indeks jelas akan lebih baik bagi bank syariah,” ujarnya.*

Rep: Muhammad Usamah
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Bupati Pamekasan: Pulau Madura Siap Terapkan Ekonomi Syariah

Bupati Pamekasan: Pulau Madura Siap Terapkan Ekonomi Syariah

Dinilai Sukses, Tapi Justru Kecolongan

Dinilai Sukses, Tapi Justru Kecolongan

HMI Sebut SKB Tiga Menteri Soal Seragam Sekolah Memaksa Kehendak

HMI Sebut SKB Tiga Menteri Soal Seragam Sekolah Memaksa Kehendak

Banyak Lubang Bahaya, Pemerintah Diminta Jalankan UU Minerba untuk Jerat Penambang Liar

Banyak Lubang Bahaya, Pemerintah Diminta Jalankan UU Minerba untuk Jerat Penambang Liar

Gubernur Bali Ajak Milenial Pilih Jokowi, Bebas dari Pelanggaran Kampanye

Gubernur Bali Ajak Milenial Pilih Jokowi, Bebas dari Pelanggaran Kampanye

Baca Juga

Berita Lainnya