Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

ICMI dan Ponpes Sidogiri Bersinergi Program Keumatan

Bagikan:

Hidayatullah.com–Krisis ekonomi global yang sedang meruntuhkan kapitalisme, harus segera dijawab dengan pertumbuhan ekonomi syariah. Pertumbuhan usaha ekonomi harus ditopang dengan para saudagar muslim yang taat pada syariat. Berbuat dan bekerjalah terus memacu pertumbuhan ekonomi keumatan.

Demikian tausyiyah KH Ali Mahmud Zen, Direktur  BMT Pusat pesantren Sidogiri Pasuruan di hadapan tim Saudagar muslim ICMI Orwil Jatim, Sabtu (12/11/2011).

Percepatan pertumbuhan ekonomi syariah harus segera dipacu dan dipadukan dengan segala potensi yang harus dimiliki umat Islam, tambah Mahmud. Tidak lama lagi perekonomian dunia harus berbalik ke dalam pangkuan ekonomi Islam yang jauh dari monopoli kapital dan riba.

Perbankan syariah bukan saja dilirik di Eropa dan Amerika, tapi sudah dijadikan suatu model perubahan sistem ekonomi global yang bisa menjadi benteng dari kehancuran ekonomi kapital.

Masih, menurut Mahmud Zen, dalam skala kecil, koperasi syariah dengan pola pengambangan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) yang didirikan pesantren Sidogiri bekerjasama dengan ICMI sejak tahun 1997 telah terbukti. BMT Sidogiri mampu menghadang dan menghancurkan para rentenir yang menawarkan finasial riba ke kampung-kampung dan pengusaha kecil.

Dan dengan munculnya BMT justru memberikan manfaat dan menumbuhkan perekonomian umat semakin sehat, maju, dan berkembang. Hingga kini BMT UGT milik Sidogiri sudah beromset Rp 1,3 triliun dengan aset Rp 300 juta dari modal awal yang cuma Rp 13,5 juta.

Peningkatan produksi

Menurut ia, pertumbuhan ekonomi umat yang telah didorong secara finansial oleh BMT dan dimotivasi etika muamalahnya oleh pesantren, sekarang ingin mendorong peningkatan hasil produksi dan pemasaran.

Menurut Syafii Tamam, salah satu anggota tim Saudagar Muslim ICMI, memberikan paparan tata perekonomian masa depan yang cocok bagi daerah pertanian, salah satunya adalah membuat makanan olahan dan agrobisnis. “Dua hal ini harus segera ditangkap dan dikerjakan secara integratif antara koperasi dan petani,” jelasnya.

Adapun ICMI akan menyiapkan sistem dan pola kerjasama pembuatan alat produksi  tepat guna dan pemasaran hasil produksi dengan mengoptimalkan koperasi, tambah Bagus Suminar, salah tim Saudagar ICMI.

Untuk sekadar diketahui bahwa Pondok Sidogiri  dalam waktu dekat juga akan mendirikan Balai Latihan Kerja Santri Professional yang akan dikerjasamakan dengan ICMI dan para saudagar muslim. Harapannya balai latihan ini mampu menggerakan potensi santri untuk menjadi pengusaha mandiri yang beretika bisnis syariah.

Dan balai latihan ini, kata Mahmud Zen, akan dipolakerjasamakan dengan pesantren mana saja. Balai itu dibangun di atas lahan 7 ribu meter persegi.

“Dan  ICMI harus terlibat di dalamnya secara konsep maupun dalam tataran praktis. Karena selama ini salah satu keberhasilan tata ekonomi pesantren Sidogiri nyaris tidak pernah lepas bekerjasama dengan ICMI,” tegasnya.*

Rep: Akbar Muzakki
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Polisi Berantas Ujaran Kebencian, IKAMI: Harus Tanpa Diskriminasi

Polisi Berantas Ujaran Kebencian, IKAMI: Harus Tanpa Diskriminasi

Anggota Komisi I: Polisi Tak Perlu Halangi Warga Menyampaikan Pendapat

Anggota Komisi I: Polisi Tak Perlu Halangi Warga Menyampaikan Pendapat

Ulama Madura Silaturahim ke Menag, Tabayun soal LGBT dan Buku Ajar PAI

Ulama Madura Silaturahim ke Menag, Tabayun soal LGBT dan Buku Ajar PAI

Gubernur Sulsel Imbau Masyarakat Tidak Pesta Tahun Baru

Gubernur Sulsel Imbau Masyarakat Tidak Pesta Tahun Baru

Aksi Massa Bakar Bendera AS-Israel dan “Trump” depan Kedubes

Aksi Massa Bakar Bendera AS-Israel dan “Trump” depan Kedubes

Baca Juga

Berita Lainnya