Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Konferensi Media Islam Internasional akan Diselenggarakan di Jakarta

Bagikan:

Hidayatullah.com—Jika tak ada hambatan, Konferensi Media Islam Internasional II akan digelar di Jakarta, 13-15 Desember 2011 mendatang. Penyelenggaraan konferensi yang pernah diselenggarakan di tanah air beberapa tahun lalu ini, diharapkan mampu mengubah citra Indonesia di mata dunia.

Kabar ini disampaikan Sekjen Kementerian Agama (Kemenag)  Bahrul Hayat dalam jumpa pers di Jakarta, belum lama ini. Dalam kesempatan tersebut, hadir antara lain Kepala Pusat Informasi Kementerian Kominfo Gatot Dewabrata, dan perwakilan Kementerian Luar Negeri.

“Konferensi itu juga bertujuan untuk mengubah persepsi dunia bahwa Islam tidak identik dengan radikalisme dan terorisme. Termasuk negara, bukan biang fundamentalisme ekstrem,” ujar Sekjen Bahrul Hayat yang beberapa waktu lalu, menjadi narasumber di acara Parlemen Eropa tentang kerukunan beragama.

Konferensi akan dihadiri 400 peserta dari berbagai negara mayoritas berpenduduk Muslim, anggota Organisasi Konferensi Islam yang kini berubah menjadi Organisasi Kerja sama Islam (OKI).

“Konferensi ini akan menghadirkan 20 pembicara kunci dan narasumber dari pakar media, ilmuwan Muslim dan praktisi media dari berbagai negara,” katanya.

Konferensi akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, dan ditutup Wapres Boediono di Hotel Sultan. Selanjutnya, dari Indonesia ada lima pakar yang akan menjadi pembicara. Antara lain, Prof. Azyumardi Azra, Prof. Komaruddin Hidayat, Dr. Alwi Dahlan, dan Parni Hadi.

Konferensi bertema “New Media and Communication Technology in the Muslim World” ini diselenggarakan Kemenag dan Rabithah Alam Islami yang berpusat di Arab Saudi.

Sebelumnya,  Konferensi Media Islam Internasional pertama yang pernah diselenggarakan di Jakarta pada 1-3 September 1980 diketuai Menteri Penerangan RI kala itu Harmoko, yang diikuti 327 peserta dari 49 negara.

Pada konferensi pertama itu, dihasilkan Deklarasi Jakarta yang berisi kode etik wartawan Islam, penetapan Sekjen Rabithah Alam Islami (Ali Al Harakan) sebagai sekjen tetap media massa Islam sedunia berkedudukan di Makkah. Selain itu, menghasilkan pendirian Dewan Tertinggi Penerangan Islam yang berkedudukan di Makkah, demikian Sekjen Bahrul Hayat.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

DPR Kebut Pembahasan UU Jelang Akhir Masa Jabatan

DPR Kebut Pembahasan UU Jelang Akhir Masa Jabatan

Sudan Sediakan Beasiswa Mahasiswa Indonesia

Sudan Sediakan Beasiswa Mahasiswa Indonesia

Perlindungan Jamaah Umroh Harus Dikuatkan dalam Undang-undang

Perlindungan Jamaah Umroh Harus Dikuatkan dalam Undang-undang

Seorang Pemuda Non-Muslim Bersyahadat Usai Melihat Parade Tauhid

Seorang Pemuda Non-Muslim Bersyahadat Usai Melihat Parade Tauhid

MER-C Minta Pemerintah Evaluasi Bencana Wasior

MER-C Minta Pemerintah Evaluasi Bencana Wasior

Baca Juga

Berita Lainnya