Ahad, 28 Maret 2021 / 14 Sya'ban 1442 H

Nasional

Hidayat Nur Wahid Capres Ungguli Surya Paloh

Bagikan:

Hidayatullah.com–Anggota Dewan Pakar PKS, Agoes Kooshartoro merespon positif hasil survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) tentang Calon Presiden (Capres) 2014. “Nama Hidayat Nur Wahid muncul dalam urutan ke-6 dengan dukungan 3,8%. Di atas Surya Paloh (2,3%), Sri Mulyani Indrawati (2,0%), Kristiani Herawati Yudhoyono (1,6%). Bahkan lebih populer daripada Hatta Radjasa (1,6%), Anas Urbaningrum (1,5%), Sutanto (0,2%), Djoko Suyanto (0,2%).
 
“Memang masih jauh dibanding Megawati (19,6%), Prabowo Subianto (10,8%), Aburizal Bakrie (8,9%), Wiranto (7,3%), Sri Sultan Hamengkubuwono (6,5%). Itu menunjukkan publik menerima figur PKS yg tenang, rasional, kompeten di bidangnya.

Hidayat Nur Wahid (HNW) selaku Ketua BKSAP berperan menggolkan Ketua DPR RI sebagai Presiden Parlemen Islam (OKI) dengan lobi internasional. Ia bukan sosok yang vulgar dan suka ancam-mengancam atau memancing kontraversi,” ungkap Agoes.

Ia menyesalkan sikap sebagian elite PKS yang keras menjelang reshuffle kabinet, sehingg menimbulkan persepsi buruk masyarakat.

Direktur Center for Indonesian Reform (CIR), Sapto Waluyo melihat peluang mencuatnya figur PKS atau tampilnya tokoh baru masih terbuka, karena responden yang bekum memutuskan sikap besar (33,8%).

“Tokoh potensial lain dari PKS adalah Tifatul Sembiring yang sangat populer, di kalangan politisi yang aktif sosial-media, akun @tifsembiring paling banyak followernya: 275.464. 

Tingkat elektabilitas PKS, menurut Reform Institute juga cukup tinggi (7,36 %) di bawah Golkar (18,16 %), PD (14,13 %) dan PDIP (14,08 %). Sementara yang lain: Gerindra (5,12 %), PKB (4,33 %), PAN (3,83 %) dan PPP (2,64 %).

“Tapi, sebaliknya menurut JSI posisi PKS (3,9 %) merosot ke ranking 7, jauh di bawah  PD (18,2 %), (15,1), PDIP (12,6). Bahkan, masih di bawah PAN (4,2), PPP (4,1), dan PKB (4,1). Ini merupakn warning keras agar elite PKS meperbaiki komunikasi politik yang buruk, karena tidak hanya merusak hubungan dengan partai lain/ormas, juga menimbulkn kegalauan di kalangan kader/simpatisan. PKS belum punya basis sosial yang kokoh, mayoritas pemilihnya kalangan urban+ terdidik, sehingga sangat kritis dengan isu/perilaku kontroversial,” ujar Sapto. *

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Menang Pemilu, Erdogan Dinilai Telah Mengambil Ketokohan Attaturk Era Baru

Menang Pemilu, Erdogan Dinilai Telah Mengambil Ketokohan Attaturk Era Baru

gelar perkara

Selesai Gelar Perkara Terhadap 3 Polisi yang Diduga Bunuh Laskar FPI, Polri Janjikan Hal Ini

Komisi X: Anggaran Pendidikan 20 Persen Hanya Formalitas

Komisi X: Anggaran Pendidikan 20 Persen Hanya Formalitas

Pemerintah dan Media Diminta Bantu Sosialisasi Halal

Pemerintah dan Media Diminta Bantu Sosialisasi Halal

Chaerul Umam Tunaikan Zakat Tiap Kali Dapat Rezeki

Chaerul Umam Tunaikan Zakat Tiap Kali Dapat Rezeki

Baca Juga

Berita Lainnya