Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Wapres Apresiasi Muhammadiyah dalam Pemberdayaan Masyarakat

Bagikan:

Hidayatullah.com–Wakil Presiden RI Boediono mengapresiasi Muhammadiyah yang banyak berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat. Pemerintah seharusnya bisa banyak belajar dan bekerja sama dengan Muhammadiyah dalam program-program kerakyatan.

Hal tersebut disampaikan Boediono dalam kunjungannya ke lokasi integrated farming (pertanian terpadu) di Desa Piyungan Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang, Senin (17/10/2011).

“Pemerintah ingin belajar banyak dari Muhammadiyah, terutama tentang bagaimana memberdayakan masyarakat kita. Kunjungan ini adalah langkah pemerintah  untuk melihat apa yang sedang dilakukan Muhammadiyah. Syukur nanti ada langkah-langkah untuk saling melengkapi satu sama lain,” katanya, dimuat laman Muhammadiyah, Selasa (18/10/2011).

Dalam kunjungan tersebut, Wapres  beserta  istri  dan rombongan meninjau model pertanian terpadu kelompok Tani  Surya Gemilang yang merupakan mitra binaan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah. Selain melihat penanaman padi, peternakan lele dan domba Marino, Wapres juga diperlihatkan beberapa inovasi unggulan, seperti burger pakan ternak, burger pakan ikan, dan pupuk kocor.

Sistem pertanian terpadu binaan MPM ini, seperti dijelaskan Sekretaris MPM Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan, memadukan antara pertanian, peternakan, dan perikanan dalam setiap aktivitas produksinya.

“Sistem pertanian terpadu ini telah terbukti mengurangi beban ongkos produksi hingga 70%, yang tentu saja secara otomatis akan meningkatkan pendapatan petani,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Gubenur Jawa Tengah Bibit Waluyo menyatakan, saat ini tidak ada krisis pangan di propinsi yang dipimpinnya. “Di Jawa Tengah ini tidak mengenal yang namanya krisis pangan. Yang ada hanya sejahtera,” tegasnya.

Ia menyatakan, ketahanan pangan di Jawa Tengah saat ini sangat baik. Stok beras, terutama raskin, mencukupi sampai akhir Desember.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengungkapkan keresahannya terhadap masih maraknya impor. Sementara bangsa kita sesungguhnya punya potensi yang sangat besar untuk bisa mandiri. “Kami masih sedikit agak resah Pak Wapres, bahwa di sana-sini kita masih impor,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini Muhammadiyah terus berusaha melakukan kerja-kerja kemasyarakatan yang dipersembahkan untuk kemajuan bangsa ini. “Apabila kita gerakkan semua potensi yang kita miliki, Insya Allah kita bisa mandiri dalam banyak hal,” kata Haedar.*

Rep: Syaiful Irwan
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Dampak Makanan Halal terhadap Perilaku

Dampak Makanan Halal terhadap Perilaku

RUU Intelijen Perlu Perbaikan

RUU Intelijen Perlu Perbaikan

MUI: Semua Ormas Islam Menolak Miss World di Bogor

MUI: Semua Ormas Islam Menolak Miss World di Bogor

Isu Palestina Meredup, ASPAC Duga Indonesia Disibukkan Politik KMP-KIH

Isu Palestina Meredup, ASPAC Duga Indonesia Disibukkan Politik KMP-KIH

Tiga Juta Penduduk Indonesia Menolak Bank Konvensional

Tiga Juta Penduduk Indonesia Menolak Bank Konvensional

Baca Juga

Berita Lainnya