Rabu, 7 Juli 2021 / 27 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

Masjid Al Ikhlas Diharapkan Dibangun dengan Luas Sama

Bagikan:

Hidayatullah.com–Ulama Medan Fachrrurozy Pulungan, mengharapkan, bila Masjid Al Ikhlas  dibangun kembali harus sesuai dengan luas dan besarnya bangunan semula, serta di lokasi yang sama.

Umat Islam saat ini masih menunggu putusan dari majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara  (PTUN) Medan terkait kasus perubuhan masjid tersebut. “Secara  pribadi, saya mengharapkan Masjid Al Ikhlas dibangun kembali di tempat semula. Kalau harus  dibangun di tempat lain, namun lokasinya tidak terlalu jauh dari lokasi masjid sebelumnya. Karena  setiap harinya banyak jamaah yang melaksanakan shalat di masjid tersebut,” kata Ustadz  Fachrrurozy Pulungan, dilaporkan Waspada, Selasa (18/10/2011).

Menurut Fachrrurozy, pembangunan kembali Masjid Al Ikhlas merupakan sesuatu yang sangat  diharapkan oleh seluruh jamaah dan umat Islam umumnya. “Mari kita doakan agar Masjid Al Ikhlas  yang telah dirobohkan itu segera dibangun kembali di tempat semula,” sebutnya.

Mengenai adanya oknum yang menerbitkan sertifikat di atas lahan masjid tersebut dan  menyalahgunakannya, dia meminta agar aparat penegak hukum mengusutnya.

Selain itu, tambah Fachrrurozy, jamaah Masjid Al Ikhlas cukup banyak sehingga pembangunan  kembali masjid secara permanen dan besarnya seperti semula, akan  bisa menampung jamaah yang  datang, terlebih lagi pada Shalat Jumat. Hal ini dibuktikan, jamaah Shalat Jumat selalu ramai  meskipun pelaksanaannya di  badan Jalan Timor, Medan, persis di areal bangunan lama.

Ulama Medan lainnya, Ustadz Indra Suheiri bersikap sama. Masjid Al Ikhlas harus  dibangun kembali, apalagi perubuhan masjid tersebut dinilai menyalahi peraturan dan menyakiti  perasaan umat Islam.

“Masjid Al Ikhlas harus dibangun kembali di tempat yang sama dan tidak ada  pilihan lain karena sesuai dengan tuntutan sejumlah ormas Islam dan jamaah masjid,” katanya.

Menurut Suheiri, aliansi ormas Islam menyambut baik pemikiran Pangdam I/BB Mayjen Lodewijk F  Paulus sebagai langkah konkrit untuk rencana pembangunan kembali Masjid Al Jihad. Sebagai tahap  awal di lapangan, kata Suheiri, pihaknya akan melibatkan 35 ormas Islam Sumut yang tergabung  dalam Aliansi Ormas Islam Sumut Pembela Masjid Al Ikhlas.

Terkait sertifikat yang dikeluarkan BPN tahun 2006 atas Hak Pakai tanah Hubdam di Jalan Timor, Suheiri menilai cacat hukum. Bahkan, oknum-oknum yang menyalahgunakan sertifikat  tersebut harus diusut oleh aparat penegak hukum.

“Oleh karena itu, semua pihak harus  mentaati  prosedur hukum yang berlaku dan tidak boleh adanya diskriminasi dalam penegakan hukum dan  keadilan,” ujarnya.

Disebutkan Suheiri, perubuhan Masjid Al Ikhlas  pada 5 Mei 2011 itu, selain bertentangan kaidah  hukum agama, seharusnya tidak terjadi, apalagi terus diprotes seluruh jamaah. Jamaah tetap  melaksanakan Shalat Jumat di tengah jalan raya, persis di depan lokasi masjid yang telah rata  dengan tanah.*

Keterangan foto: Jamaah masjid Al Ikhlas sedang melaksanakan shalat Jumat.

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Yusril: Hak Konstitusional Bercadar Tak Bisa Dikesampingkan Aturan Perguruan Tinggi

Yusril: Hak Konstitusional Bercadar Tak Bisa Dikesampingkan Aturan Perguruan Tinggi

Setelah 40 Tahun, Kekeliruan Prof Harun Nasution Diungkap di Padang

Setelah 40 Tahun, Kekeliruan Prof Harun Nasution Diungkap di Padang

3 Wanita Suku Togutil Pedalaman Halmahera Bersyahadat

3 Wanita Suku Togutil Pedalaman Halmahera Bersyahadat

Hidayatullah Desak Aparat Selidiki Aktor Di Balik Pembuatan Terompet Al-Qur’an

Hidayatullah Desak Aparat Selidiki Aktor Di Balik Pembuatan Terompet Al-Qur’an

44 Persen Pelajar Setuju Pacaran Disertai Hubungan Seks

44 Persen Pelajar Setuju Pacaran Disertai Hubungan Seks

Baca Juga

Berita Lainnya