Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Bertelanjang Bukan Konsep Universal

Bagikan:

Hidayatullah.com— Direktur Program Pascasarjana IAIN Ar Raniry Aceh, Prof Dr Alyasa Abu Bakar ikut tergelitik dengan pernyataan para aktivis perempuan soal rok mini yang telah melakukan aksi demo di Bundaran HI (Hotel Indonesia) hari Ahad (18/09/2011).

Sebelumnya, dalam aksi “membela” rok mini, aktivis perempuan enggan disalahkan jika pakaiannya memicu aksi pemerkosaan.

Tak hanya mengenakan rok mini, beberapa dari mereka juga mengenakan kaos tanktop. Dalam orasinya, mereka sempat mengatakan, soal rok mini bukan kesalahan perempuan, namun kesalahan otak yang melihat.

“Jangan salahkan rok mini kami. Salahkan otaknya,” ujar salah seorang orator dikutip detik.com.

Menurut dosen di IAIN Ar-Raniry ini, yang membedakan manusia dan hewan adalah ilmu dan budaya, bukan hanya naluri. Semua orang sepakat, pakaian yang baik adalah menutup tubuh. Itulah yang disebut berbudaya.

Karena itu, adalah kesalahan besar jika semata-mata menyalahkan otak pria dalam kasus rok mini.

“Jadi kalau ada orang mengatakan boleh bertelanjang karena itu hak-nya, saya kira itu kesalahan berfikir sebagai manusia yang berbudaya,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Ahad (18/09/2011) sore.

Ia mencontohkan kasus perzinahan (hubungan seks bebas) yang diakui sebagai hak seseorang. Tapi, di seluruh dunia, orang sepakat incest (hubungan intim sedarah) itu tidak baik.

Contoh lain adalah soal bertelanjang yang juga disebut-sebut sebagai hak asasi. Namun faktanya, tak semua negara di dunia setuju telanjang di tempat umum sebagai hal lumrah. Artinya, bertelanjang itu bukan konsep universal.

“Jadi jangan memaksakan budaya lain yang tidak lumrah sebagai sesuatu konsep universal,” tambahnya.

Meskipun batasan soal sopan bisa berbeda antara satu dengan yang lain, menurut Abu Bakar, belum ada kelompok manapun di dunia yang menilai membuka tubuh di tempat umum sebagai bentuk perbuatan sopan.

Menurut Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh ini, jika ada nasehat yang baik agar perempuan berpakaian sopan lalu yang disalahkan otak yang melihat, maka yakinlah, ada kesalahan berfikir.

“Pasti ada kesalahan berfikir yang serius, “ tambahnya.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

MUI Heran, ada ‘Islah Sunni-Syiah’ kok Ulama Madura Tidak Tahu

MUI Heran, ada ‘Islah Sunni-Syiah’ kok Ulama Madura Tidak Tahu

Ormas Islam Keberatan, Miss Universe Batal Hadir di Polda

Ormas Islam Keberatan, Miss Universe Batal Hadir di Polda

Sekum Muhammadiyah: Pembubaran HTI Tak Terlalu Efektif Bendung Ideologi Khilafah

Sekum Muhammadiyah: Pembubaran HTI Tak Terlalu Efektif Bendung Ideologi Khilafah

Proses Hukum kasus Tolikara Tetap Berjalan Meski Proses Rehabilitasi Selesai

Proses Hukum kasus Tolikara Tetap Berjalan Meski Proses Rehabilitasi Selesai

Polresta Solo Didukung Profesional Proses Hukum Penabrak Maut ‘Berdarah Dingin’

Polresta Solo Didukung Profesional Proses Hukum Penabrak Maut ‘Berdarah Dingin’

Baca Juga

Berita Lainnya