Sabtu, 4 Desember 2021 / 28 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Din: Koeksistensi Damai Suatu Keniscayaan

Bagikan:

Hidayatullah.com — Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof.Dr.Din Syamsuddin menegaskan bahwa koeksistensi damai adalah keniscayaan bagi masyarakat dunia yang multikultural dan multireligius. Tanpa itu dunia akan dipenuhi konflik.

Demikian pernyataan tertulis Din Syamsuddin kepada hidayatullah.com saat menghadiri Konferensi Perdamaian Dunia di Munich, Jerman, beberapa waktu lalu.

Konferensi yang diprakarsai Komunitas Saint Egidio, organisasi kaum awam Katholik, ini dihadri 500 tokoh lintas agama dari berbagai negara dengan tema Bound To Live Together. Din Syamsuddin menjadi salah seorang pembicara bersama Menlu Italia Franco Frattini, dan Sekjen CDU (Christian Democratic Union) Jerman Herman Grohe.

Din Syamsuddin menjelaskan bahwa peradaban dunia menghadapi tantangan serius dengan menggejalanya berbagai bentuk kerusakan akumulatif seperti kemiskinan, kebodohan, ketakadilan, hingga kerusakan lingkungan hidup, dan tsunami kebudayaan. Maka diperlukan langkah bersama umat beragam dunia untuk menanggulanginya.

“Dalam masyarakat plural dituntut kesediaan hidup berdampingan secara damai. Islam mengajarkan taaruf yaitu mutual understanding, mutual appreciation, dan mutual respect,” kata Din.

Memang ada faktor-faktor non agama yang mendorong konflik seperti ekonomi, politik. Namun konflik, intoleransi, dan eksklusifisme juga berpangkal pada pemahaman agama yang salah.

Maka dari itu, lanjut Din, perlu dikembangkan pemahaman yang benar yang menekankan kasih sayang dan kesadaran tentang One humanity, One destiny dan One responsibility.

Din Syamsuddin mengimbuhkan bahwa Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai nilai-nilai perekat Indonesia  yang majemuk yang dapat jadi model bagi koeksistensi damai di dunia.

Din Syamsuddin menegaskan dasar koeksistensi yang lain yaitu penghargaan nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai universal, dan kesadaran sebagai pewaris planet bumi, yang kesemuanya harus mendorong sikap-sikap positif dan konstruktif untuk membangun dunia dan peradaban yang baik.

Pada kesempatan di Munich ini, Din Syamsuddin termasuk satu dari 15 tokoh agama dunia yang diterima beraudiensi oleh Presiden Jerman Christian Wulff. Sebagai Presiden Asian Conference of Religions for Peace (ACRP) dan Wakil Presiden World Conference of Religions for Peace (WCRP). Din Syamsuddin  juga diundang oleh World Jewish Congress untuk berdialog di Sinagog Agung Munich.*

Rep: Ainuddin Chalik
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Wali Kota Balikpapan Tegaskan, Tak Ada Tempat untuk Pesta LGBT

Wali Kota Balikpapan Tegaskan, Tak Ada Tempat untuk Pesta LGBT

Pencegahan Penanggulangan Terorisme

Kepala BNPT Sebut Pemulangan 600 WNI Eks ISIS Tak Gampang

Polda Aceh Masih Selidiki Hilangnya Wanita “Berjilbab”

Polda Aceh Masih Selidiki Hilangnya Wanita “Berjilbab”

FUI Ajak Rame-rame Ikut Aksi Indonesia Tanpa Maksiat!

FUI Ajak Rame-rame Ikut Aksi Indonesia Tanpa Maksiat!

Aliansi Kerukunan Umat Kaltim: FPI Bagian dari Islam dan Indonesia

Aliansi Kerukunan Umat Kaltim: FPI Bagian dari Islam dan Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya