Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Aktivis Muslimah Bagikan Jilbab Gratis pada Masyarakat

Bagikan:

Hidayatullah.com—Seputuh tahun pasca tragedi WTC 11 September 2001,  ternyata masih  menyisakan  kepedihan dan luka yang mendalam bagi umat Islam. Munculnya sikap Islamphobia dan stigma negatif yang mengidentikkan Islam dengan terorisme,  merupakan permasalahan bersama yang harus dipecahkan oleh umat Islam.

Terlebih bagi umat Islam yang menjadi minoritas, serangan  baik secara fisik maupun melalui   aturan-aturan yang membatasi kebebasan beragama seperti pelarangan  penggunaan jilbab di sejumlah negara Eropa menjadikan kondisi umat Islam diberbagai belahan dunia  mengalami tekanan dan dalam kondisi yang memprihatinkan.

Menyikapi permasalahan tersebut, berbagai elemen masyarakat dan organisasi keagamaan di Tulungagung diantaranya Persaudaraan Muslimah (SALIMAH), Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI), KAMMI, Iqro’ Club, REISTA, FOSMA, IMASTA melaksanakan Aksi Peringatan Hari Solidaritas Jilbab Internasional  hari ahad 11 Septembert 2011 di seputar alun-alun kota Tulungagung yang waktu pelaksanaannya dibuat bersamaan dengan peringatan  sepuluh tahun tragedi WTC.

Hari Solidaritas jilbab Internasional sendiri diperingati setiap pekan pertama bulan September dan dipelopori oleh Assembly for the Protection of Hijab sejak tahun 2004, sebagai bentuk protes atas larangan berjilbab yang diberlakukan negara Prancis serta peristiwa Marwa Al-Sharbini,  yang meninggal dunia karena ditusuk oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia.

Marwa meninggal setelah ditikam bulan Juli tahun itusaat di ruang sidang gedung pengadilan kota Dresden, Jerman.

Saat itu, Marwa akan memberikan kesaksian dalam kasus penghinaan yang dialaminya hanya karena ia mengenakan jilbab.

Belum sempat memberikan kesaksiannya, pemuda Jerman itu menyerang Marwa dan menusuk ibu satu orang anak itu sebanyak 18 kali. 

Peserta aksi kali ini terdiri atas pelajar, mahasiswa, kalangan profesional, dan juga dari kalangan ibu rumah tangga ini memulai aksi mereka dengan melaksanakan long march mengelilingi pusat kota Tulungagung, dilanjutkan dengan orasi dan membagikan jilbab dan leaflet kepada pengguna jalan dan warga masyarakat yang memadati area alun-alun Tulungagung.

Dalam aksi tersebut, mereka menyerukan pesan-pesan perdamaian dan juga penolakan terhadap diskriminasi dan kebencian terhadap ummat Islam, terlebih khusus lagi terhadap pelarangan penggunaan jilbab.  Warga masyarakat yang melihat  jalannya aksi sangat antusias dan memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan ini. Mereka mengaku senang dengan kegiatan “Aksi Solidaritas Jilbab Internasional”, seperti diungkapkan seorang ibu yang mengantarkan anaknya menikmati hari libur di seputar alun-alun Tulungagung.

“Lumayan dapat jilbab gratis sekaligus dapat wawasan dan pengetahuan baru,” ujar seorang warga.

Tidak sedikit diantara warga masyarakat yang kemudian turut bergabung dalam aksi ini.

Di akhir acara, peserta aksi menyampaikan pernyataan sikap serta melaksanan aksi membubuhkan tanda tangan diatas kain putih sebagai wujud dukungan terhadap suntuk perdamaian dunia serta seruan moral untuk  menggunakan jilbab bagi muslimah yang belum melaksanakannya. Aksi berlangsung dengan lancar dan tertib, tidak nampak ada penjagaan khusus dari aparat kepolisian.*/jprtmi ta

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Fadli Zon: Bahaya Jika BSSN Berwenang Melakukan Penangkapan

Fadli Zon: Bahaya Jika BSSN Berwenang Melakukan Penangkapan

KH Nonop: Bangsa Ini Butuh Arahan Ulama

KH Nonop: Bangsa Ini Butuh Arahan Ulama

Sambut Munas IV Hidayatullah, Pemuda Bahas Kepemimpinan Nasional Berintegritas

Sambut Munas IV Hidayatullah, Pemuda Bahas Kepemimpinan Nasional Berintegritas

Dokumentasikan Kecurangan Pilkada Bisa dapat Iphone 7 dan 50 Juta, Begini Caranya

Dokumentasikan Kecurangan Pilkada Bisa dapat Iphone 7 dan 50 Juta, Begini Caranya

Humas Al Mukmin: Ahmad Yosepa Bukan Alumni

Humas Al Mukmin: Ahmad Yosepa Bukan Alumni

Baca Juga

Berita Lainnya