Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Publik Sudah Gerah, KPK Harus Bongkar Tuntas Kasus Nazaruddin

Bagikan:

Hidayatullah.com — Sebagai salah satu mitra kerja untuk membangun karakter bangsa, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia menghimbau pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam menangani kasus mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin agar senantiasa menjauhi tindakan sewenang-wenang, tidak diskriminatif, dan tidak terdikte oleh pesanan dari berbagai pihak.

Komisioner Komnas HAM Saharuddin Daming, mengungkapkan publik sudah terlalu lama menunggu aparat penegak hukum untuk membongkar kasus Nazaruddin secara tuntas tanpa melokalisir White Crime Act pada diri Nazaruddin saja.

“Saya menitip harapan agar pimpinan KPK tidak mengulangi dan memelihara kesalahan untuk menghukum orang yang tidak bersalah dan membebaskan orang yang bersalah,” ungkap Daming kepada hidayatullah.com, Selasa (16/08/2011).

KPK, harap Daming, harus mampu menjadikan Nazaruddin sebagai entry point dalam membongkar mega skandal korupsi yang diduga keras melibatkan sejumlah pejabat penyelenggara negara ini. 

Kendati demikian, Daming mengaku prihatin dan menyesalkan tindakan KPK yang menutup akses pembelaan hak tersangka antara Nazaruddin dan tim advokatnya.

Selain menciderai prinsip imparsialitas, transparansi, dan fairness dari proses penegakan hukum, tindakan KPK seperti itu melanggar ketentuan dalam Pasal 70 UU. No. 8/1981 Tentang KUHAP Jo. Pasal 18 ayat 1 dan 4 UU. No. 39/1999 tentang HAM Jo. Pasal 9 ayat 1, Pasal 10 ayat 1, Pasal 14 ayat 1 dan 3 dan International Convenant On Civil And Political Rights yang telah disahkan oleh pemerintah dan DPR RI menjadi UU No. 12/2005.

Seperti diberitakan, Nazaruddin berhasil ditangkap di Cartagena, Kolombia, pada Ahad (7/8/2011) malam oleh polisi setempat.

Mantan politisi Partai Demokrat itu berada di Kolombia dengan menggunakan paspor bernama Syarifuddin yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi Polonia, Medan. Saat ditangkap, Nazaruddin diduga tengah berusaha keluar dari negara tersebut.

Kini Nazaruddin menjadi tahanan KPK dan mendekam di penjara Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Beberapa pemberitaan menyebutkan, hunian yang dia tempati terbilang spesial ketimbang penghuni lainnya karena ruannya dirinya dilengkapi dengan alat penyejuk ruangan dan lain lain.*

Rep: Ainuddin Chalik
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Soal Izin Investasi Miras, Persis: Peraturan Perundangan di Indonesia Tak Boleh Abaikan Norma Agama dan Budaya Bangsa yang Religius

Soal Izin Investasi Miras, Persis: Peraturan Perundangan di Indonesia Tak Boleh Abaikan Norma Agama dan Budaya Bangsa yang Religius

Sambangi Komnas HAM, Keluarga Korban Desak Selesaikan Tragedi Tolikara Dengan Hukum Positif

Sambangi Komnas HAM, Keluarga Korban Desak Selesaikan Tragedi Tolikara Dengan Hukum Positif

Santri Berubah Pandangan Setelah Diundang ke Amerika

Santri Berubah Pandangan Setelah Diundang ke Amerika

PBNU Usul BLSM Diganti Proyek Padat Karya

PBNU Usul BLSM Diganti Proyek Padat Karya

Integrasi Universitas-Pesantren Harusnya Hasilkan Mahasiswa Dekat dengan Al-Quran

Integrasi Universitas-Pesantren Harusnya Hasilkan Mahasiswa Dekat dengan Al-Quran

Baca Juga

Berita Lainnya