Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Masyarakat Harus Proporsional Melihat MUI Terkait Premium

Bagikan:

Hidayatullah.com–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur meminta masyarakat agar lebih proporsional memandang MUI terkait pernyataan dosa bagi orang yang mampu tetapi membeli premium atau BBM bersubsidi. Sebab, sebagai institusi pemberi fatwa, MUI tidak bisa tidak harus memberikan pendapat tentang apapun dan kepada siapapun, termasuk pemerintah. 

“Siapapun, baik masyarakat ataupun pemerintah, bila datang ke MUI dan minta fatwa, pasti akan dilayani. Konsep MUI kan begitu,” kata Sekretaris MUI Jawa Timur, Muhammad Yunus kepada hidayatullah.com, Kamis (30/06/2011). 

Meski sifatnya yang fleksibel dan terbuka, Yunus menegaskan, MUI adalah lembaga independen yang tidak ada kaitanya secara politis dengan pemerintah. Apa yang dilakukan MUI menurutnya murni demi kemaslahatan umat.

“Masyarakat harus menilai MUI secara proporsional,” imbuhnya.

Dalam Islam, jelas  Yunus, hak dan bukan hak seseorang sudah jelas. Karena itu, tidak boleh orang yang bukan haknya tapi mengambil hak milik orang lain.

“Seharusnya orang yang mampu justru membantu. Bukan justru membebani,” tegasnya.*    

Rep: Syaiful Anshor
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Dubes Australia: Teror di Selandia Baru Bertentangan dengan Agama

Dubes Australia: Teror di Selandia Baru Bertentangan dengan Agama

Investasi Industri Miras

Dukung RUU Minuman Beralkohol, Fahira: Banyak Negara Paling Liberal-Sekuler pun Punya Aturan Khusus Minol

Saudi Diminta Terapkan Pengumuman Berbahasa Indonesia

Saudi Diminta Terapkan Pengumuman Berbahasa Indonesia

Gubernur Jatim Positif Covid-19, Berstatus Orang Tanpa Gejala

Gubernur Jatim Positif Covid-19, Berstatus Orang Tanpa Gejala

MUI Imbau Pengusaha Tak Ajak Karyawan Muslim Pakai Simbol terkait Natal

MUI Imbau Pengusaha Tak Ajak Karyawan Muslim Pakai Simbol terkait Natal

Baca Juga

Berita Lainnya