Jum'at, 12 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Tridharma Perguruan Tinggi Masih Diabaikan

Bagikan:

Hidayatullah.com — Tridharma peguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian dan pengabdian di tengah masyarakat, merupakan sarana kiprah dan tanggungjawab sosial setiap perguruan tinggi. Namun perangkat dasar ini belum dioptimalmakn fungsinya oleh pemerintah dalam proses pembangunan masyarakat.

Hal itu terungkap dalam acara seminar sehari bertajuk “Rencana Strategis Pembangunan Kota Depok” yang berlangsung di Aula Utama Gedung Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, Ahad (19/06/2011).

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah, Dr. Abdul Mannan yang menjadi pembicara pada kesempatan tersebut, mengatakan kemajuan suatu bangsa atau sebuah daerah tidak bisa diukur hanya dengan melihat jumlah sarjana, jumlah perguruan tinggi, jumlah dosen, atau pfofesor dan sebagainya.

Justru kuncinya adalah mengelola potensi potensi tersebut secara integratif sehingga akan melahirkan kekuatan besar yang mampu mendorong terciptanya pembangunan yang lebih terarah dan dinamis.

Oleh karenanya, kata Abdul, perguruan tinggi dalam hal ini adalah pihak yang memiliki tanggungjawab besar untuk menyelesaikan problem masyarakat yang ada dengan spirit tridharma perguruan tinggi.

“Tridharma ini belum dioptimalkan fungsinya oleh pemerintah dalam proses pembangunan masyarakat,” ungkapnya.

Padahal, Kota Depok dan wilayah wilayah lainnya yang memiliki potensi pengembangan kota berdimensi religi, sangat memungkinkan menjadikan ini sebagai pilot project pembangunan daerah berbasis nilai nilai agama.

“Kerjasama antar perguruan tinggi dan pemerintah dalam hal ini menjadi penting dan mendesak. Dan, ini mestinya segera diwujudkan karena sangat relevan dengan tridharma perhuruan tinggi yang menekankan pada titik pengabdian masyarakat” kata Abdul Mannan.

Bahkan Abdul Mannan sendiri melalui kampus yang dipimpinnya telah melakukan upaya tersebut. Dari sekian angkatan mahasiswa di kampusnya, Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilakukan dengan menempatkan mahaiswa di berbagai masjid sebagai tempat pengabdian masyarakat selama 8 bulan.

Para peserta mahasiswa KKN tersebut, terangnya, ditugaskan untuk membina anak anak, remaja, mengakfitkan kegiatan taklim warga sekitar, menggiatkan PKK, serta menggelar pembinaan masyarakat terminal atau “master”.

Di samping itu, mahasiswa juga ikut menghidupkan kembali beberapa lembaga keuangan masyarakat yang sedang dirintis dan dikembangkan. Dengan begitu, Abdul berharap pembangunan masyarakat berdasarkan nilai nilai religi akan terasa nuansannya.

“Jika pemikiran ini dikembangkan ke berbagai perguruan tinggi, saya yakin Kota Depok yang diimpikan sebagai kota jasa bebasis religius percontohan di Indonesia akan dapat terwujud,” tandasnya. 

Seminar sehari yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Hidayatullah bekerjasama dengan Pemerintah Kota Depok tersebut sejatinya juga menghadirkan pembicara lainnya yaitu Rektot Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Gumilar Rusliwa Soemantri, Rektor Universitas Gunadarma (Undar) Prof. Dr. E.S. Margianti, MM. Namun keduanya tak dapat hadir karena bertepatan sedang berada di tempat lain.*

Rep: Ainuddin Chalik
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Wali Kota Dinilai Tunjukkan Kepedulian Aceh Sebagai Kota Madani

Wali Kota Dinilai Tunjukkan Kepedulian Aceh Sebagai Kota Madani

FPPP: Omnibus Law, Jangan Cuma Pikirkan Investasi tapi Korbankan Tenaga Kerja

FPPP: Omnibus Law, Jangan Cuma Pikirkan Investasi tapi Korbankan Tenaga Kerja

Sejarawan JJ Rizal: Meikarta Sejenis dengan Reklamasi Jakarta

Sejarawan JJ Rizal: Meikarta Sejenis dengan Reklamasi Jakarta

Konjen China Tak Terima Perwakilan Aksi Bela Uighur di Surabaya

Konjen China Tak Terima Perwakilan Aksi Bela Uighur di Surabaya

Alhamdulillah, 3 Kali Dibakar, Masjid Fii Sabilillah Berdiri Kembali

Alhamdulillah, 3 Kali Dibakar, Masjid Fii Sabilillah Berdiri Kembali

Baca Juga

Berita Lainnya