Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Sempat Olok-olok Sorban, Pendeta Theo Akhirnya Minta Maaf

Bagikan:

Hidayatullah.com –– Ketua Umum Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ), Gbu Theo Bela, menyatakan permintaan maafnya kepada Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) dan Front Pembela Islam (FPI) terkait kabar penculikan Aprilia Dyah Kusumaningrum alias Lia, 22 tahun, pelayan gereja di Situbondo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

“Atas pemahaman awam itu, saya mengaku khilaf dan minta maaf kepada MMI dan FPI,” kata Theo Bela, Ahad malam, seperti dikutip Tempointeraktif, (12/06/2011).

Theo Bela mengaku bahwa dalam benaknya dia membayangkan bila sekumpulan orang yang bersorban itu seperti anggota kelompok MMI dan FPI. Namun, setelah menghayati secara mendalam, Theo mengakui kesimpulan dan kesan dia tentang sosok bersorban itu keliru.

Theo mengakui bila tuduhan itu sangat prematur. Namun, dia bersungguh-sungguh mengatakan tak berniat memojokan umat Islam.

“Pemahaman awal saya terhadap orang bersorban itu seperti orang-orang MMI dan FPI,” kata Theo.

“Dengan sadar dan bertanggung jawab, saya menyatakan mencabut omongan saya mengenai penculikan itu,” lanjutnya.

Ia berharap dengan permohonan maafnya, MMI dan FPI bisa menerima dan memaafkannya.

“Saya berjanji tak akan gegabah dan tidak akan mengulanginya lagi,” kata Theo.

Sebelumnya, Theo Bela mensinyalir pelaku penculikan adalah anggota Front Pembela Islam (FPI) atau Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).

“Pelaku memakai baju dan sorban putih seperti FPI atau MMI,” kata Theo. “Mohon laporkan polisi jika ada yang tahu soal penculikan ini.”

Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Irfan S. Awwas, meminta agar Pendeta Gbu Theo Bela mencabut pernyataannya soal penculikan Aprilia Dyah Kusumaningrum alias Lia, 22 tahun, seorang pelayan Gereja Pantekosta di Situbondo, Jawa Timur, yang dikabarkan diculik sejumlah pria bersorban beberapa waktu lalu.

“Saya minta Pendeta Theo Bela mencabut omongannya,” kata Irfan S. Awwas.

Menurut Irfan, tuduhan itu tidak memiliki bukti yang mengarah pada keterlibatan anggota MMI seperti yang dituduhkan dalam penculikan itu. “Ngapain menculik perempuan, tidak ada kerjaan,” kata Irfan. “Itu fitnah.”

Irfan menyatakan bahwa organisasinya tak ada kaitan dengan kasus penculikan itu. “Sama sekali tak terkait MMI,” kata Irfan.*

Rep: Ainuddin Chalik
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Training Pra-nikah Diperlukan untuk Cegah HIV dan Perceraian

Training Pra-nikah Diperlukan untuk Cegah HIV dan Perceraian

Perlu Langkah Nyata untuk Kemerdekaan Palestina

Perlu Langkah Nyata untuk Kemerdekaan Palestina

MUI Minta Ketegasan Pemerintah Soal Covid-19 Terkait Shalat Jamaah

MUI Minta Ketegasan Pemerintah Soal Covid-19 Terkait Shalat Jamaah

Wapres JK Persilakan Umat Islam Menganggap ‘Bendera Tauhid’

Wapres JK Persilakan Umat Islam Menganggap ‘Bendera Tauhid’

Ralat Fatwa, MUI Tak Sarankan Ubah Arah Masjid

Ralat Fatwa, MUI Tak Sarankan Ubah Arah Masjid

Baca Juga

Berita Lainnya