Selasa, 18 Januari 2022 / 15 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Sisi Religius di Balik Mbah Surip

Bagikan:

Hidayatullah.com–Siapa tak kenal Urip Achmad Rijanto? Sosok pria kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, yang akrab disapa Mbah Surip ini tenar lewat lagunya Tak Gendong pada sekitar 2009 lalu. Selain itu, penyanyi yang telah tutup usia pada 52 tahun ini memiliki tawa yang khas dan gayanya yang unik dengan rambut gimbalnya.

Ternyata, di balik sosok Mbah Surip, ia adalah orang yang taat beribadah. Hal itu dikatakan pelukis asal Jogjakarta, Mahroji Kudhori yang pernah bertemu dengannya beberapa tahun lalu ketika ia masih hidup. Pertemuan pelukis yang tergabung dalam komunitas Selaras Jogjakarta ini di sebuah pameran di Ancol, Jakarta.

“Saya sempat bertemu lama dengan dia. Banyak hal yang kita bicarakan, termasuk soal agama. Sisi hidup dia yang jarang, bahkan tak pernah diungkap banyak media,” ujarnya kepada hidayatullah.com di kediamannya di Jogjakarta beberapa waktu lalu. Dari pertemuan itu, Mahroji baru tahu jika Mbah Surip ternyata rajin shalat.

“Ia (Mbah Surip–red) rajin shalat dan kerap jadi makmun di belakang saya,” kata lelaki berjenggot ini. Tidak hanya itu, lanjut Roji, selama berinteraksi dengannya, Mbah Surip juga suka ngobrol masalah agama. “Ia pandai menerjemahkan hidup dengan filosofi agama,” tuturnya.

Suatu saat, usai shalat jamaah, Roji dan Mbah Surip duduk di sebuah warung. Tak jauh dari situ ada toilet. Ketika itu, Mbah Surip bilang jika toilet adalah tempat ibadah. Roji pun penasaran dan minta penjelasan. 

“Toilet itu tempat ibadah. Jika orang buang hajat dan ‘ngeden’ lalu ingat Allah itu kan ibadah,” ujar Roji menirukan. Roji pun paham. “Ternyata, seniman itu memiliki pendekatan yang berbeda dalam memahami agama,” katanya. Hal yang harus dipahami oleh bukan seniman.*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

12 Elemen WNI di Saudi Tolak Rencana Pengiriman TKW

12 Elemen WNI di Saudi Tolak Rencana Pengiriman TKW

Reuni 212, Ketua GNPF: Datanglah untuk Membangun Bangsa

Reuni 212, Ketua GNPF: Datanglah untuk Membangun Bangsa

Surat Larangan Asyuro Dinilai Permintaan Ormas Islam dan Ulama Se-Bogor Raya

Surat Larangan Asyuro Dinilai Permintaan Ormas Islam dan Ulama Se-Bogor Raya

Berlindung pada Asing, Festival Film Gay Digelar di Indonesia

Berlindung pada Asing, Festival Film Gay Digelar di Indonesia

Bermodal Swadaya, Relawan PKS Gelar Pelayanan Kesehatan

Bermodal Swadaya, Relawan PKS Gelar Pelayanan Kesehatan

Baca Juga

Berita Lainnya