Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ulama: Hukuman Cambuk Tidak Melanggar HAM

Bagikan:

Hidayatullah.com–Tokoh ulama Aceh Tgk H. Imam Suja` menegaskan, hukuman cambuk yang diterapkan di Provinsi Aceh tidak melanggar hak asasi manusia (HAM), karena peraturan tersebut sudah diatur dalam syariat Islam.

“Hukuman cambuk itu sudah diatur dalam syariat Islam yang kini sudah diterapkan di Aceh. Jadi, tidak melanggar HAM,” katanya di Banda Aceh, Minggu (22/5).

Imam Suja` yang juga Penasehat DPW Muhammadiyah Aceh itu menyatakan hal tersebut menanggapi desakan Organisasi Amnesty International yang minta Indonesia menghentikan penggunaan hukum cambuk di Provinsi Aceh.

Menurut Imam,  Islam merupakan agama yang pertama kali menegakkan HAM, ketika pada zaman jahiliyah perempuan-perempuan dikubur hidup-hidup.

“Pada saat Islam datang, maka perempuan yang sebelumnya dikubur hidup-hidup, tidak ada lagi. Oleh karena itu, tidak benar bila Islam melanggar HAM, justru menegakkan HAM,” katanya.

Dikatakan, hukuman cambuk tersebut merupakan hukuman untuk membuat orang jera, agar tidak mengulangi perbuatannya.

Jadi, katanya, agama itu adalah aturan, sehingga HAM tidak bisa mengintervensi syariat yang sudah diberlakukan di Aceh ini.

Imam Suja` menilai bahwa pernyataan organisasi internasional tersebut sebagai upaya untuk menjelek-jelekkan Islam dan itu akan terus dilakukan.

Oleh karena itu, ia berharap kepada Pemerintah Aceh agar tidak terpengaruh dengan desakan-desakan tersebut, karena hukum yang diterapkan di Aceh sudah berdasarkan kajian Al Quran dan Hadist serta kesepakatan ulama.

“Masalah agama kita tidak bisa kompromi dan itu sudah menjadi ketetapan yang wajib ditaati oleh umat Islam, bukan umat agama lain,” katanya.

Hukum cambuk telah menjadi hukum positif yang diatur lewat qanun, di mana pada saat pembuatannya semua unsur telah dilibatkan, termasuk Mahkamah Agung di dalamnya dan kalangan aktivis masyarakat sipil.

Dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UU-PA), sebagian kewenangan soal syariat Islam juga sudah dilimpahkan oleh Mahkamah Agung ke Mahkamah Syariat di Aceh.*

Rep: Syaiful Irwan
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Rektor UIA: Sambut Muharram 1437 H dengan Jihad Menuju Khairul Ummah

Rektor UIA: Sambut Muharram 1437 H dengan Jihad Menuju Khairul Ummah

Habib Rizieq: Karena Bukan Bencong Kita Tak Masuk TV

Habib Rizieq: Karena Bukan Bencong Kita Tak Masuk TV

Kemenag Minta Perguruan Tinggi Hati-hati soal Larangan Bercadar

Kemenag Minta Perguruan Tinggi Hati-hati soal Larangan Bercadar

Hafal Al-Qur’an, Belasan Siswa KIIS Diterima di PT Negeri dan Luar Negeri

Hafal Al-Qur’an, Belasan Siswa KIIS Diterima di PT Negeri dan Luar Negeri

ILUNI UI: Pemerintah Jangan Ragu Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Myanmar

ILUNI UI: Pemerintah Jangan Ragu Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Myanmar

Baca Juga

Berita Lainnya