Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Soal Al-Zaitun, Menag Terlalu Cepat Menyimpulkan

Bagikan:

Hidayatullah.com–Rektor Universitas Islam As Syafi`iyah Tutty Alawiyah menilai, Menteri Agama Suryadharma Ali terlalu cepat mengambil kesimpulan mengenai keterkaitan Pondok Pesantren Al Zaitun dengan Negara Islam Indonesia (NII).

“Menurut saya, Menteri Agama terlalu cepat mengambil kesimpulan. Meskipun bisa saja kesimpulan tersebut benar, tetapi itu terlalu cepat. Seharusnya persoalan ini didalami dulu,” katanya di Bekasi, Minggu (15/5), usai pembukaan Seminar Internasional Tentang Islam Dalam Rangka Tasyakur Milad ke-30 Badan Kontak Majelis Taklim (MBKT).

Menurut Tutty yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia, Menteri Agama seharusnya menunggu hasil penelusuran atau proses-proses yang sedang dilakukan untuk memastikan kaitan Al Zaitun dengan NII.

Sebelumnya, Menag mengatakan tidak ada kaitan antara Ponpes Al Zaitun dengan organisasi NII karena ponpes itu menanamkan sikap toleransi.

“Sangat susah untuk mengaitkan bahwa ponpes Al Zaitun punya kaitan dengan organisasi NII yang bersifat radikal,” kata Suryadharma Ali saat jumpa wartawan di Ponpes Al Zaytun, Rabu sore (11/5).

Ketika ditemui di Kantor Kepresidenan, Jumat (13/5), Suryadharam membantah ada pertentangan atau berbeda pendapat dengan MUI mengenai keterkaitan Pondok Pesantren Al Zaitun dengan gerakan NII.

Suryadharma menjelaskan, Kementerian Agama meneliti dari aspek pendidikan, sementara MUI meneliti dari sisi pendidikan dan kepemimpinan.

“Kementerian Agama dan MUI memiliki pendapat sama tentang aspek pendidikan di Al Zaitun, yaitu, tidak ada keterkaitan lembaga pendidikan Al Zaytun dengan NII,” katanya.

Namun, kata Suryadharma, MUI melihat ada kaitan antara Al Zaitun dan NII, terutama dari sisi kepemimpinan.

Menteri agama mengaku telah bertanya langsung kepada pemimpin Al Zaitun, Panji Gumilang, tentang dugaan keterkaitan dengan NII ini.*

Rep: Syaiful Irwan
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

AS Dinilai Khawatir Lihat Oposisi SBY Menguat

AS Dinilai Khawatir Lihat Oposisi SBY Menguat

Mendikbud Sampaikan Syarat Dapat Bantuan Subsidi Upah Guru Honorer Rp 1,8 Juta

Mendikbud Sampaikan Syarat Dapat Bantuan Subsidi Upah Guru Honorer Rp 1,8 Juta

GP Anshor Tak  Akan Tinggal Diam untuk Bela Kiai Ma’ruf

GP Anshor Tak Akan Tinggal Diam untuk Bela Kiai Ma’ruf

CIIA: Jika Siyono Orang Penting di JI, Kenapa Penanganannya Sembrono

CIIA: Jika Siyono Orang Penting di JI, Kenapa Penanganannya Sembrono

Prof Wan Mohd Nor Wan Daud: Mengkritik Barat Bukan Berarti Anti Barat

Prof Wan Mohd Nor Wan Daud: Mengkritik Barat Bukan Berarti Anti Barat

Baca Juga

Berita Lainnya