Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Bentuk NII Masih Abu-abu, MUI Tidak Keluarkan Fatwa

Bagikan:

Hidayatullah.com–Komisi Fatwa MUI Aminuddin Yakub menjelaskan, MUI tidak memfatwakan NII KW9 sebagai aliran sesat karena tidak ada wujud yang nyata tentang organisasinya.

“NII KW9 merupakan organisasi `underground`. Kita tidak keluarkan fatwanya, tapi kita keluarkan keputusan bahwa ajaran dan paham yang dikembangkan oleh NII KW9 menyimpang dari ajaran Islam. Ini juga merupakan sebuah keputusan MUI meskipun belum dikeluarkan fatwa formal,” paparnya.

Aminudin mengatakan, dalam mengeluarkan fatwa perlu organisasi yang nyata, seperti halnya Ahmadiyah dan ajaran Lia Eden.

“Kita keluarkan fatwa karena memang ada gerakannya, ada wujud organisasinya dan ajarannya sesat. Sementara NII masih belum jelas, ada yang mengatakan NII KW9, NII Abu Toto, dan Milah Ibrahim. Kalau kita fatwakan NII KW9 dan ternyata nama organisasi bukan itu, bagaimana ?” ujarnya, seraya menambahkan organisasi itu masih abu-abu identitasnya.
Sebelumnya terdapat pendapat Majelis Ulama Indonesia perlu mengeluarkan fatwa mengenai ajaran sesat NII KW9. Hal ini disampaikan mantan Camat Bekasi di struktur Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 (NII-KW9), Imam Shalahudin.

“Saya berharap MUI keluarkan fatwa tentang sesatnya ajaran NII KW9 yang dipimpin Panji Gumilang karena fatwa ini bisa mendorong pemerintah untuk mempermasalahkan atau menangkap Panji Gumilang,” kata Imam usai acara diskusi “Teror NII: Membongkar Skenario Jahat di balik NII” di Wisma Antara, Jakarta, Selasa (10/5).

Menurut dia, masyarakat, khususnya orang tua santri Pesantren Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat, untuk berhati-hati memasukkan anaknya ke pesantren tersebut karena akan didoktrin soal NII KW9.

“Saya keluar dari NII KW9 karena dari segi akidah Islam, ajaran NII KW9 sangat menyimpang. Ajarannya jauh sekali dari ajaran Islam sebenarnya, seperti tidak diajarkan salat, merampok uang orang tua dihalalkan, dan lainnya,” kata Imam yang juga sebagai Pemred NII Crisis Center.

Pembiaran Aparat
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menilai, mencuatnya kembali kasus NII yang dipimpin oleh Panji Gumilang di tengah berbagai persoalan yang tengah membelit bangsa ini dan pembiaran oleh aparat berwenang, mengundang tanda tanya.

“Berdasar bukti dan fakta yang ada, boleh jadi ini semua dilakukan untuk mendiskreditkan dan monsterisasi atau memunculkan ketakutan di tengah masyarakat terhadap kegiatan dakwah dengan gagasan mengenai penegakan syariah,” kata Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto.

Menurut Ismail, realitanya sekarang ini ada usaha sistematis untuk mengawasi kegiatan-kegiatan dakwah di sekolah-sekolah dan kampus.

“Juga munculnya ketakutan pada sementara anggota masyarakat di berbagai tempat sehingga mencegah anggota keluarganya ikut dalam kegiatan pengajian,” tuturnya.

Ismail menilai upaya sistematis ini dilakukan untuk makin mematangkan situasi dan kondisi serta psikologi masyarakat guna mendorong pengesahan RUU Intelijen.

Sebab, lanjut dia, pernyataan sejumlah pejabat di bidang Polhukam selalu menunjuk lemahnya kewenangan aparat intelijen sebagai penyebab dari ketidakmampuan pemerintah untuk mengantisipasi gerakan teror bom dan tumbuhnya gerakan NII.

Oleh karena itu, pihaknya menolak segala bentuk pembatasan kegiatan dakwah dan gagasan mengenai penegakan syariah karena dakwah merupakan kegiatan yang mulia dan penting bagi peningkatan kualitas umat.*

Rep: Syaiful Irwan
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

2 Tahun Kasus Novel Tak Terungkap, Muhammadiyah Pertanyakan Jokowi & Kapolri

2 Tahun Kasus Novel Tak Terungkap, Muhammadiyah Pertanyakan Jokowi & Kapolri

Islamic Book Fair ke-11 Digelar

Islamic Book Fair ke-11 Digelar

DDKMT PP Muhammadiyah: Syiah sudah Masuk di lembaga Strategis Negara

DDKMT PP Muhammadiyah: Syiah sudah Masuk di lembaga Strategis Negara

Aila: Kasus Kejahatan Seksual Reynhard Sinaga Fenomena Gunung Es

Aila: Kasus Kejahatan Seksual Reynhard Sinaga Fenomena Gunung Es

Ratusan Umat Islam Ikuti Tabligh Akbar Peringati Pengkhianatan PKI terhadap NKRI

Ratusan Umat Islam Ikuti Tabligh Akbar Peringati Pengkhianatan PKI terhadap NKRI

Baca Juga

Berita Lainnya