Jum'at, 22 Oktober 2021 / 15 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Al-Azhar Selenggarakan Program 1.000 Muzakki

Bagikan:

Hidayatullah.com–Baitul Mal wat Tamwil Al-Azhar menyelenggarakan program pemberdayaan ekonomi dan kemaslahatan umat “1.000 Muzakki” bekerja sama dengan Bank BRI Syariah.

Pelaksanaan program ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) “Co-Branding” antara BMT Al-Azhar dengan BRI Syariah dan pelatihan kewirausahaan bagi 250 calon muzakki atau pembayar zakat angkatan I di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Minggu (24/4).

“Program ini dilaksanakan berdasarkan visi terbangun dan berkembangnya ekonomi umat dengan landasan syariah Islam,” kata Ketua BMT Al-Azhar, Abdurrahman Mukarom.

Misi dari program ini menjadi alternatif dan solusi bagi masyarakat atas praktik ekonomi nonsyariah, melakukan pembinaan dan pendanaan usaha kecil, dan mengangkat martabat mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pembayar zakat).

Sementara itu nota kesepahaman “Co-Branding” antara BMT Al-Azhar dengan BRI Syariah, kata Abdurrahman, akan berlangsung selama tiga tahun dan bisa terus diperpanjang.

Kepala BRI Cabang Induk Jakarta Sundoyo menyatakan, BRI mendukung dan peduli dengan program tersebut. “Untuk pengaturan teknisnya kami serahkan kepada BMT Al-Azhar,” katanya.

Abdurrahman menambahkan per 1 Mei  para mustahik yang telah mendapat pelatihan kewirausahaan oleh BMT Al-Azhar itu memperoleh buku tabungan dan kartu ATM berlogo BMT Al-Azhar dan BRI Syariah berikut isi rekening senilai Rp100 ribu dan langsung menjadi nasabah.

“Uang Rp100 ribu yang kami berikan itu bisa dimanfaatkan untuk mempresiapkan jati diri menjadi muzakki,” kata Abdurrahman.

Dakwah elektronik

Dalam kesempatan tersebut, Soewarsono juga meluncurkan media “Dakwah Elektronik Al-Azhar” sebagai alternatif dari berbagai kegiatan dakwah di Masjid Agung Al-Azhar.

“Pada saat ini begitu majunya teknologi informasi dan sebagian umat juga sibuk untuk menghadiri dakwah di masjid sehingga untuk mengatasi keterbatasan waktu dan jangkauan, dakwah elektronik ini kami luncurkan,” kata Soewarsono yang juga dokter ahli kandungan itu.

Ia berharap dakwah elektronik Al-Azhar tidak hanya berisi informasi tentang dakwah berbahasa Indonesia, tetapi juga berbahasa Inggris dan Arab.

“Dengan demikian pesan yang disampaikan bisa dipahami umat Muslim di dunia,” katanya.*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Al Qur’an Tidak Bisa Dipelajari Otodidak

Al Qur’an Tidak Bisa Dipelajari Otodidak

Indonesia Bisa Jadi Pusat Pendidikan Agama Islam

Indonesia Bisa Jadi Pusat Pendidikan Agama Islam

Siswa Teladan dapat Hadiah dari BMH Ngawi

Siswa Teladan dapat Hadiah dari BMH Ngawi

Sebagai Negara Big Brother, Sudah Seharusnya Indonesia Bantu Rohingya

Sebagai Negara Big Brother, Sudah Seharusnya Indonesia Bantu Rohingya

Olimpiade Halal 2018 Diikuti 15.000 Peserta Internasional

Olimpiade Halal 2018 Diikuti 15.000 Peserta Internasional

Baca Juga

Berita Lainnya