Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Mudah Belajar al-Quran dengan “Metode Hanifida”

Bagikan:

Hidayatullah.com–Belajar dan membaca al-Quran, kini semakin mudah dan praktis saja. Setelah sebelumnya banyak diperkenalkan berbagai metode untuk membaca al-Quran seperti Iqro’, Qiro’ati, al-Barqy, al-Quran Digital, kini ada lagi metode baru untuk belajar al-Quran. Namanya, “Metode Hanifida”.

Metode Hanifida yang memakai teknik menghafal ditemukan pasangan suami istri, Khoirotul Idawati Mahmud dan Hanifudin Mahadun asal Jombang.

“Metode Hanifida”,  mengajarkan teknik menghafal cepat. Anak mampu menghafal Asmaul Husna, al-Quran, dan pelajaran di sekolah dalam waktu singkat.

Menurut Hanifudin, metode ini telah mulai diperkenalkan sejak 2007 lalu. Awalnya, kata Hanif, ia mengaku kurang percaya. Namun kini, hasilnya luar biasa. banyak orang merasakan manfaatnya.

Bahkan, tiap pekannya, keduanya tidak pernah sepi mengisi acara di berbagai daerah.

“Kami sudah mengisi 800 angkatan. Dari event itu, kira-kira ada 160 ribu peserta,” kata Hanif kepada hidayatullah.com di kediamanya.

Pekan depan saja, katanya, keduanya akan mengisi acara di Lampung dengan seribu lebih peserta.

Hanif dan Ida demikian keduanya akrab disapa, kini memiliki cita-cita agar umat Islam di Indonesia hafal Asmaul Husna.

“Tiga tahun lagi, kami ingin seluruh umat Islam di Indonesia hafal Asmaul Husna,” harapnya.

Tidak hanya itu, Ida yang telah menulis 25 buku seputar al Quran ini juga ingin menambah koleksinya hingga seribu buku.

“InsyaAllah, saya juga bercita-cita ingin menulis buku hingga seribu. Ingin bikin perpustakaan pribadi dengan banyak koleksi,” katanya.

Akibat temuannya ini, pasangan suami istri ini pernah mendapat penghargaan dari Menteri Agama RI dan kerajaan Arab Saudi,  sebagai penemu teknik menghafal kontemporer al-Qur’an model file komputer cara belajar cepat abad 21.

Penghargaan ini diberikan pada saat Musabaqah Hifzil al-Qur’an (MHQ) dan Musabaqah Hifzil al-Hadits al-Nabawy (MHH) tingkat ASEAN yang dilaksanakan oleh Amir Sulthan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud dari kerajaan Arab Saudi pada tanggal 29 Desember 2009 di Jakarta.*

Rep: Syaiful Anshor
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

WikiLeaks Buat AS Sibuk Selamatkan Aktivis HAM

WikiLeaks Buat AS Sibuk Selamatkan Aktivis HAM

Satu Pesawat Asing Bawa Bantuan Ditolak Mendarat di Palu

Satu Pesawat Asing Bawa Bantuan Ditolak Mendarat di Palu

RUU Ormas Harus Mengayomi Semua, Bukan Mengekang

RUU Ormas Harus Mengayomi Semua, Bukan Mengekang

Anggota MUI: Naskah Akademik RUU P-KS ‘Beracun’

Anggota MUI: Naskah Akademik RUU P-KS ‘Beracun’

DSN MUI Beri Izin BUS BCA

DSN MUI Beri Izin BUS BCA

Baca Juga

Berita Lainnya