Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Perkembangan Zaman Ubah Fungsi Surau

Bagikan:

Hidayatullah.com–Perkembangan zaman dan perubahan pola kehidupan masyarakat di Ranah Minang, Sumatera Barat, telah ikut mengubah fungsi dan kekhususan surau.

Perubahan yang terjadi antara lain, penambahan bangunan lain yang melekat atau berada di samping surau, kata peneliti arsitektur Minang dari Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Bung Hatta, Dr Eko Alvares di Padang, Kamis.

Kemudian, adanya penambahan ruang pada bagian dalam surau berupa kamar tidur. Fungsi khusus surau sebagai tempat tinggal anak laki-laki juga telah berubah karena kini menjadi tempat tinggal keluarga petugas (penjaga surau) terdiri atas ayah, ibu dan anak.

Perubahan lainnya, dulu surau memiliki fungsi sebagai tempat mengaji, tapi kini berubah menjadi tempat penyimpanan beras.

“Padahal secara tradisi dan budaya di Minangkabau, surau merupakan bangunan yang digunakan sebagai tempat ibadah umat Muslim. Fungsi surau sama seperti masjid, namun ukuran surau lebih kecil sehingga kapasitasnya tidak terlalu banyak,” katanya.

Dahulu surau selain tempat melaksanakan ibadah shalat lima waktu, juga biasanya digunakan sebagai tempat pengajian, juga tidak jarang digunakan masyarakat sebagai tempat berkumpul dan bermusyawarah.

Menurut dia, juga ada fungsi khusus surat dilihat dari adat Minangkabau, yaitu digunakan sebagai tempat tinggal anak laki-laki, karena yang tinggal di rumah sesuai adat Minang hanyalah anak perempuan.

Kenyataan saat ini, banyak surau yang tidak lagi khusus sebagai tempat tinggal anak laki-laki, tetapi sudah digunakan pula sebagai tempat tinggal perempuan dan satu keluarga.

Alvares menilai, perubahan bangunan seperti adanya bangunan lain di sisi tempat ibadah ini, karena faktor ekonomi yang menuntut warga suku pemilik surau untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dulunya mata pencaharian mereka bersawah, namun kini jika hanya bercocok tanam warga itu baru mendapatkan hasil panen sekitar empat bulan sekali, yang merupakan waktu cukup lama untuk terus bertahan hidup dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dengan alasan untuk menyekolahkan anak dan belanja harian, mereka mengambil inisiatif membuka warung yang dibangun di sisi surau, tambahnya.

Perubahan pada surau lainnya, dapat dilihat pada ruang lepas dalam surau kini telah terjadi perubahan dengan adanya sekat untuk kamar tidur.

Terkait perubahan fungsi khusus surau sebagai tempat tinggal anak laki-laki, dapat disimpulkan, tidak ada lagi kekhususan surau. Namun semua itu bukan tanpa alasan, karena tidak ada lagi yang menghuni surau, sehingga ada warga berinisiatif membawa keluarganya tinggal di surau, demikian Eko Alvares.*

Keterangan foto: Surau bagonjong.

Rep: Syaiful Irwan
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Pakistan Tawarkan Pesawat Tempur pada Indonesia

Pakistan Tawarkan Pesawat Tempur pada Indonesia

Syiah Indonesia: “Bertaqiyah Tak Apa Asal Logis!”

Syiah Indonesia: “Bertaqiyah Tak Apa Asal Logis!”

Hamengku Buwono X: KUII Harus Bisa Bawa Aspirasi Umat

Hamengku Buwono X: KUII Harus Bisa Bawa Aspirasi Umat

Ramai Quick Count, MKRI: Berhenti Sejenak kita Doakan Gaza

Ramai Quick Count, MKRI: Berhenti Sejenak kita Doakan Gaza

MUI Jabar: Umat Islam di Jawa Barat Sangat Toleran dalam Beragama

MUI Jabar: Umat Islam di Jawa Barat Sangat Toleran dalam Beragama

Baca Juga

Berita Lainnya