Kamis, 8 Juli 2021 / 28 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

Penambahan Kuota Haji Harus Diiringi Peningkatan Pelayanan

Bagikan:

Hidayatullah.com–Tahun 2010 Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 211 ribu jamaah. Dengan kuota sebanyak itu BPIH memperoleh pendapatan sebesar Rp 6,9 triliun untuk periode 1 Maret 2010 s/d 31 Januari 2011. Dalam penyelenggaraan haji yang akan datang, pemerintah berupaya untuk menambah kuota hingga 258 ribu jamaah. Namun anggota Komisi VIII DPR RI meminta agar penambahan kuota ini harus diiringi dengan perbaikan kinerja Penyelenggaraan Ibadah Haji.

Permintaan tersebut disampaikan anggota Komisi VIII DPR RI Herlini Amran sebelum mengikuti rapat paripurna di DPR Senayan, Jakarta, Selasa, (29/3).

“Tentu Kami mendukung upaya pemerintah dalam penambahan kuota haji sebagaimana ketentuan yang ada. Tapi penambahan kuota itu harus seiring dengan meningkatnya kualitas pelayanannya. Hasil evaluasi pelaksanaan haji sebelumnya harus benar-benar diperhatikan dan dipebaiki kesalahannya,” kata Herlini.

Anggota DPR asal Dapil Kepulauan Riau ini melanjutkan, sesuai dengan UU NO. 13 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Pasal 7, dijelaskan bahwa Jemaah Haji berhak memperoleh pembinaan, pelayanan, dan perlindungan dalam menjalankan ibadah. Pelayanan itu meliputi pembimbingan manasik haji, akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kesehatan.

“Hasil kunjungan lapangan pada haji yang lalu, masalah soal konsumsi, transportasi serta penginapan masih menjadi persoalan yang perlu diselesaikan. Pembahasan Biaya Haji (BPIH) tahun 2012 akan sangat tergantung pada hasil evaluasi tersebut. Dengan jumlah yang begitu signifikan maka penyelenggaraan haji dari tahun ke tahun harus terus disempurnakan sehingga mendekati minimum bahkan zero mistakes,” katanya.

Herlini Amran yang juga Anggota Dewan Syariah Pusat PKS meminta pemerintah fokus pada hal-hal yang urgen untuk dituntaskan terkait dengan dengan PIH.

Pertama, posisi Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) yang hingga saat ini belum tuntas. Menurutnya, kesimpulan rapat kerja dengan Menteri Agama memutuskan agar pemerintah melakukan seleksi ulang terhadap KPHI.

Kedua, perlunya BPK RI mempercepat audit Laporan Keuangan Haji. Jangan sampai disclaimer seperti tahun sebelumnya. Hasil audit ini menjadi dasar untuk menentukan BPIH 2011 yang akan datang.

Terakhir, ia juga meminta pemerintah melakukan kajian untuk mengantisipasi kenaikan BPIH sebagai imbas kenaikan harga minyak dunia, ujar Herlini.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pengamat Heran Kebijakan Impor Beras Jelang Panen Raya

Pengamat Heran Kebijakan Impor Beras Jelang Panen Raya

Komisi Penyiaran Belum Penuhi Harapan Masyarakat

Komisi Penyiaran Belum Penuhi Harapan Masyarakat

Menag Ingatkan Jajarannya Jangan Main-main Soal Laporan Keuangan

Menag Ingatkan Jajarannya Jangan Main-main Soal Laporan Keuangan

Viral Video Pasukan PBB Asal Aceh Ajari Al-Qur’an Anak-anak Sudan, Ternyata Guru Ngaji Pesantren

Viral Video Pasukan PBB Asal Aceh Ajari Al-Qur’an Anak-anak Sudan, Ternyata Guru Ngaji Pesantren

Pengamat: Pemuka Agama Harus Tanamkan Politik Uang “Najis”

Pengamat: Pemuka Agama Harus Tanamkan Politik Uang “Najis”

Baca Juga

Berita Lainnya