Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Demokrasi Dianggap Tidak Cocok di Tanah Arab

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pengamat politik internasional dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya A Safril Mubah SIP menilai, demokrasi tidak cocok untuk negara-negara Arab, seperti Mesir, Tunisia, Libya, dan lainnya. 

“Demokrasi yang khas Barat itu tidak klop dengan budaya Arab yang terdiri dari kafilah (kesukuan), sehingga kalau ada pemilihan umum (pemilu) di Arab itu hanya semu dan pemenangnya adalah boneka,” katanya dalam sebuah halaqah/seminar di Surabaya, Ahad (6/3). 

Ia mengemukakan hal itu dalam halaqah ke-15 yang digelar rutin (bulanan) oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jatim dengan pembicara lain, M Sya’roni (Unisma), Ustaz Muhammad Wahiduddin (pengamat Timur Tengah yang alumnus Mesir), dan Ustaz Muh Taufiq NIQ (DPD I HTI Jatim).

Menurut dia, negara-negara di Timur Tengah menganut monarki absolut yang berbeda dengan sistem monarki di Inggris, Jepang, dan Thailand. Raja bukan hanya simbol, melainkan juga pemerintahan dengan kekuasaan absolut.

“Bahkan, Mesir yang merupakan republik pun mirip monarki absolut, sehingga sistem absolut membuat rakyat jenuh dan akhirnya melahirkan revolusi,” katanya.

Tentang merebaknya revolusi di Mesir, Tunisia, Libia, dan negara-negara Arab lainnya secara serentak, ia menyatakan hal itu terjadi akibat faktor globalisasi, seperti facebook, twitter, dan sejenisnya.

“Masalahnya, revolusi itu akan menjadi benturan kepentingan antara kepentingan Barat melalui demokrasi dan budaya negara Arab sendiri yang tidak familier dengan demokrasi,” katanya.*

Rep: Cholis Akbar
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Luna Maya dan Ulil Ikut Dukung “Anti FPI”

Luna Maya dan Ulil Ikut Dukung “Anti FPI”

Anggota DPR: Jika Pemerintah Bekerja Baik, Berita Hoax Hilang Sendiri

Anggota DPR: Jika Pemerintah Bekerja Baik, Berita Hoax Hilang Sendiri

Kemenag-Pemda Bireuen Bahas Penyelesaian Penolakan Pembangunan Masjid Muhammadiyah

Kemenag-Pemda Bireuen Bahas Penyelesaian Penolakan Pembangunan Masjid Muhammadiyah

Kecam Wacana Fiqih Produk Perang Salib, Ketua Front Santri Indonesia: Fiqih Lahir Jauh Sebelum Itu

Kecam Wacana Fiqih Produk Perang Salib, Ketua Front Santri Indonesia: Fiqih Lahir Jauh Sebelum Itu

MUI Minta IAIN Bukittinggi Tiru UIN Suka Cabut Larangan Cadar

MUI Minta IAIN Bukittinggi Tiru UIN Suka Cabut Larangan Cadar

Baca Juga

Berita Lainnya