Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Santri Garut Desak Pemerintah Bubarkan Ahmadiyah

Bagikan:

Hidayatullah.com–Gelombang penolakan umat Islam terhadap keberadaan Ahmadiyah di Indonesia terus bergulir. Kali ini, sikap penolakan terhadap Ahmadiyah dikeluarkan Fraksi Forum Aksi Santri (FFAS) Kabupaten Garut, Jawa Barat. Melalui press realese yang diterima hidayatullah.com FFAS menilai Ahmadiyah adalah jemaat di luar Islam, sesat dan menyesatkan.

“Mereka jemaat Ahmadiyah adalah suatu kaum atau suatu golongan, kelompok yang ingin menghancurkan agama (Islam) atau disebut penistaan agama. Jika ada pihak-pihak yang menghalangi gerakan pembubaran Ahmadiyah, maka dia bagian dari penistaan agama Islam,” tulis FFAS.

FFAS mencermati bila kejadian bentrokan yang melibatkan umat Islam dengan jemaat Ahmadiyah yang terjadi di beberapa daerah, termasuk Cikeusik, Pandeglang, Banten, merupakan akumulasi kekecewaan umat Islam terhadap pemerintah. Pemerintah, tulis FFAS, tak tegas menyikapi perilaku jemaat Ahmadiyah yang telah dinyatakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan beberapa lembaga Islam internasional.

Untuk itu, FFAS dalam rilisnya yang ditandatangani Agus Nurjaman, Mk.s, Koordinator FFAS, mendesak pemerintah untuk segera membubarkan Ahmadiyah dan mendesak jemaat Ahmadiyah segera mendeklarasikan diri sebagai jemaat di luar Islam.*

Foto: Muh. Abdussyakur

Rep: Ibnu Syafaat
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

MIUMI Apresiasi Polri Izinkan Polwan Berhijab

MIUMI Apresiasi Polri Izinkan Polwan Berhijab

Temui Kedubes, PBNU Tegaskan Komitmen pada Perjuangan Palestina

Temui Kedubes, PBNU Tegaskan Komitmen pada Perjuangan Palestina

Stabilkan Harga Beras, Saran Rizal Ramli: Bulog Punya Stok 2,5 Juta Ton

Stabilkan Harga Beras, Saran Rizal Ramli: Bulog Punya Stok 2,5 Juta Ton

Din Sayangkan Pengerahan Tentara

Din Sayangkan Pengerahan Tentara

Din Dorong Autopsi Jenazah Randi oleh Tim Internal Muhammadiyah

Din Dorong Autopsi Jenazah Randi oleh Tim Internal Muhammadiyah

Baca Juga

Berita Lainnya