Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kepala Litbang Depag: Ahmadiyah Melanggar SKB

Bagikan:

Hidayatullah.com—Kepala Pusat Litbang Kehidupan Keagamaan, Balitbang dan Diklat Kementerian Agama, Prof Dr Abdurrahman Mas`ud mengatakan, sebenarnya pemerintah bisa membubarkan Ahmadiyah jika memang bersedia. “Ahmadiyah memang telah melanggar SKB.”

SKB 3 Menteri, antara lain berisi, memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran agama Islam, seperti pengakuan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.

Mas`ud juga mengatakan, hasil penelitian pihaknya tentang Ahmadiyah, para pengikut tidak tahu apa-apa tentang inti dari keyakinan Ahmadiyah, sebaliknya hanya para pimpinan yang mengetahuinya.

Selain itu, ujarnya, ajaran Ahmadiyah bersifat trans-nasionalisme, seperti ditemukan adanya radio khusus bagi kalangan Ahmadiyah yang menghadirkan tokoh Ahmadiyah London atau dari Bangladesh.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin di Jakarta, Senin (21/2), mengatakan, organisasi Islam Muhammadiyah memilih berupaya memagari umatnya dari ajaran sesat daripada terlibat dalam gerakan membubarkan organisasi Ahmadiyah.

“Silakan negara yang mengambil tindakan tegas dengan merujuk pada konstitusi, karena soal eksistensi suatu kelompok adalah urusan negara,” katanya.

Muhammadiyah, lanjut dia, telah menegaskan, ajaran Ahmadiyah adalah sesat sejak tahun 1933, lebih awal daripada ketetapan Liga Islam Sedunia (Rabithah Alam Islami) pada 1979 dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang baru mengeluarkan fatwa pada 2005.

Menurut dia, sikap pemerintah menyikapi kasus di Cikeusik, Banten, cenderung hanya menyerahkan masalah kepada masyarakat daripada bertindak tegas.

Ia mengatakan, negara meski punya alasan tidak ingin melakukan intervensi terhadap keyakinan warganya, namun ketika terjadi bentrokan harus mengambil langkah-langkah hukum.

Din juga mengatakan keyakinannya bahwa ada rekayasa di balik kasus Cikeusik, meski sulit dibuktikan.*

Keterangan foto: Prof Dr Abdurrahman Mas`ud.

Rep: Admin Hidcom
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Cucu KH Ahmad Dahlan: ‘Prabowo-Sandi,┬áTolong Gandeng Muhammadiyah Erat-erat’

Cucu KH Ahmad Dahlan: ‘Prabowo-Sandi,┬áTolong Gandeng Muhammadiyah Erat-erat’

Lokataru Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan: Bagusin Dulu Pelayanan

Lokataru Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan: Bagusin Dulu Pelayanan

ICW: 252 Kasus Korupsi Dana Desa selama 2015-2018

ICW: 252 Kasus Korupsi Dana Desa selama 2015-2018

Ketua Komisi I DPR: Kemlu bisa Minta Penjelasan Hongkong Kenapa UAS Dideportasi

Ketua Komisi I DPR: Kemlu bisa Minta Penjelasan Hongkong Kenapa UAS Dideportasi

Kasus Ateis Minang Divonis Ringan, Jaksa Banding

Kasus Ateis Minang Divonis Ringan, Jaksa Banding

Baca Juga

Berita Lainnya