Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Sidang Murhali Barda Bacakan Dua Pledoi

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pengadilan Negeri (PN) Bekasi kembali menggelar persidangan lanjutan kasus bentrokan Ciketing yang melibatkan terdakwa Murhali Barda, Ketua nonaktif Front Pembela Islam (FPI), Senin (14/2). Sidang kali ini berupa pembacaan pledoi (pembelaan).

Dalam pledoi yang disusun oleh tim kuasa hukum, terdakwa Murhali diyakini tidak berada di tempat kejadian perkara (TKP) saat bentrokan pecah. Fakta ini diperoleh dari keterangan saksi yang dihadirkan selama persidangan, baik saksi a charge maupun saksi a decharge yang secara tegas mengatakan bahwa terdakwa tidak berada di TKP pada 12 September 2010.

Terkait tuduhan penggerak dan penghasut massa melalui SMS (layanan pesan singkat), tim kuasa hukum dalam pledoi yang dibacakan mengungkapkan bahwa pesan singkat yang dikirim terdakwa ke umat Islam bukanlah sebuah hasutan. Tapi hanyalah sebuah informasi mengenai kondisi masyarakat Ciketing Asem saat Idul Fitri.yang dinilainya memprihatinkan, karena masih terdapat gereja ilegal.

Pledoi itu juga mengungkapkan bahwa terdakwa Murhali Barda tidak pernah mengeluarkan ancaman dan menganjurkan kekerasan terhadap jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Fakta ini diperoleh dari keterangan sejumlah saksi.

Dari fakta-fakta ini, kuasa hukum menilai bahwa Murhali tak bersalah. Kuasa hukum meminta majelis hakim yang diketuai Wasdi Permana, SH, untuk membebaskan terdakwa dari berbagai tuntutan.

”Kami yakin yang mulia majelis hakim akan bertindak arif dan bijaksana, bukankah lebih baik membebaskan orang bersalah daripada menghukum orang tak bersalah,” kata Shalih Mangara Sitompul, SH, kuasa hukum Murhali saat membacakan pledoi.

Selain tim kuasa hukum, dalam persidangan ini terdakwa Murhali juga menyiapkan pledoi yang disusunnya sendiri. Pledoi dibacakan langsung oleh Murhali di depan majelis hakim.

Dalam pledoi yang disusunnya, Murhali mengatakan bahwa aksi penolakan gereja ilegal HKBP yang dilakukan dirinya dan 12 terdakwa lainnya merupakan bentuk amar ma’ruf nahi munkar.

Sidang kasus bentrokan Ciketing akan dilanjutkan Kamis (17/2), dengan agenda tanggapan (replik) dari jaksa penuntut umum (JPU). *

*Keterangan foto: Shalih Mangara Sitompul, SH (berdiri) ketika membacakan pledoi terdakwa Murhali

Rep: Ibnu Syafaat
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Parade Tauhid Indonesia

Berjalan Sukses, Panitia Parade Tauhid Ucapkan Terima Kasih

Konsep Pendidikan Islam Justru Menyelamatkan

Konsep Pendidikan Islam Justru Menyelamatkan

UINSA Luncurkan ‘Gerakan Mengaji Indonesia’

UINSA Luncurkan ‘Gerakan Mengaji Indonesia’

Fadli Zon Sebut Budaya Medsos Rusak karena Buzzer Politik

Fadli Zon Sebut Budaya Medsos Rusak karena Buzzer Politik

Soal Penahanan 4 Mahasiswa, PPMI Mesir Koreksi Pemberitaan Media di Indonesia

Soal Penahanan 4 Mahasiswa, PPMI Mesir Koreksi Pemberitaan Media di Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya