Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ponpes Lirboyo Dukung Pembubaran Ahmadiyah

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo merespon seruan pembubaran organisasi masyarakat (ormas) Islam yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Meski begitu, pihak Lirboyo meminta langkah tersebut tidak dilakukan secara tergesa-gesa.

Menurut pengasuh Ponpes Lirboyo, KH Idris Marzuki, Ahmadiyah jauh lebih penting untuk segera dibubarkan dibandingkan Front Pembela Islam (FPI). Pasalnya, Ahmadiyah sebagai aliran sesat, karena telah melakukan penistaan agama. Atas dasar tersebut pemerintah diminta segera membubarkannya.

“Kalau kemarin ada yang menyerang, jangan terburu-buru menyalahkan salah satu pihak, pelajari dulu. Kalau pendapat saya Ahmadiyah itu yang harusnya dibubarkan,” tegas Kiai Idris, kepada wartawan yang menemuinya di kediaman, Kamis, 10 Februari 2011.

Pemerintah, masih menurut Kiai Idris memang memiliki otoritas penuh untuk melakukan pembubaran organisasi masyarakat. Namun kembali dipesankannya agar langkah tersebut dilakukan berdasarkan kajian mendalam terlebih dahulu. “Jangan asal dibubarkan begitu saja,” sambungnya.

Permintaan pembubaran Ahmadiyah juga dianggap sebagai hal yang tak lagi bisa ditawar, karena aliran tersebut dinilai beda dengan ajaran Islam pada umumnya. Ahmadiyah juga diminta mendirikan kelompok baru yang tidak berkaitan dengan Islam.

Berbeda pada penilaian untuk Ahmadiyah, kiai kharismatik tersebut menganggap FPI lebih penting dipertahankan, karena dianggap sebagai pihak yang menyerukan dilaksanakannya syariat Islam dengan benar. Terkait caranya yang terkadang disertai kekerasan, diakui memang dibutuhkan pembinaan.

“FPI itu kan sebenarnya orang-orang jujur, tapi keras. Memang harus ada remnya,” tandas Kiai Idris.

Sebelumnya, Presiden SBY dalam pidatonya di peringatan Hari Pers Nasional di Kupang, NTT, Rabu 9 Februari 2011 kemarin dengan tegas meminta agar organisasi masyarakat Islam yang tetap berlaku anarkis untuk dibubarkan.

Presiden mengingatkan, jika aparat keamanan mampu mengantisipasi dan terus berjaga, serta bisa bertindak proaktif, cepat dan tepat, maka kejadian seperti penyerangan jamaah Ahmadiyah di Pandeglang bisa dihindari.*

Rep: Muhammad Usamah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

[Update] Korban Gempa-Tsunami 1.649 Orang Meninggal

[Update] Korban Gempa-Tsunami 1.649 Orang Meninggal

DSN MUI Beri Izin BUS BCA

DSN MUI Beri Izin BUS BCA

PARMUSI Desak Kabareskrim segera Tetapkan Ahok sebagai Tersangka

PARMUSI Desak Kabareskrim segera Tetapkan Ahok sebagai Tersangka

Ustadz Abdul Somad Disambut Hadrah Santri Hidayatullah

Ustadz Abdul Somad Disambut Hadrah Santri Hidayatullah

BNPT Radikalisme Menurun

Polri ‘Akui’ Ada Perlakuan Hukum Berbeda antara Kasus Ahok dengan Arswendo cs

Baca Juga

Berita Lainnya