Ahad, 24 Januari 2021 / 10 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Kemenkominfo: Uang Rakyat Indonesia Untuk RIM

Tifatul Sembiring
Bagikan:

Hidayatullah.com — Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring dalam akun Twitter-nya, Selasa (11/1/) kemarin, mengatakan Research in Motion (RIM), penyedia layanan BlackBerry, mengeruk pendapatan sekitar Rp 2,268 triliun setiap tahun .

Menteri Tifatul yang melempar 11 “kicauan” pandangannya dalam akunnya kemarin,  menjelaskan beberapa hal terkait kontroversi peringatan pemerintah kepada RIM mengenai layanannya di Indonesia.

Menurut Tifatul, selain tidak membayar pajak, RIM memperoleh pendapatan sebesar itu tanpa membangun infrastruktur jaringan apa pun di Indonesia. Seluruh jaringan yang digunakan RIM adalah milik enam operator seluler di Indonesia.

“Haruskah kita merunduk runduk pada asing?. Arogankah kalau mengingatkan asing agar menghormati hukum dan UU di Indonesia,” tulis Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring dalam akun Twitter-nya.

Dengan rata-rata menagih 7 dollar Amerika per orang per bulan, lanjut Tifatul, RIM menangguk pemasukan bersih Rp 189 miliar per bulan atau Rp 2,268 triliun per tahun. Uang rakyat Indonesia untuk RIM.

“Salahkah kita memintah \’jatah\’ untuk Indonesia seperti tenaga kerja, konten lokal, menghormati dan mematuhi ketentuan hukum dan undang-undang di Indonesia yang berdaulat ini,” terangnya lagi.

Semua operator di Indonesia, lanjut Tifatul, sudah menjalankan dan mematuhi undang-undang dan peraturan, seperti membayar biaya hak penggunaan frekuensi, pajak, merekrut tenaga kerja (Indonesia), menjalankan corporate social responsibility, membantu korban Merapi, Mentawai, Wasior, dan bencana-bencana lainnya.

“Kelirukah kita jika meminta RIM menjalankan undang-undang dan aturan yang sama? Apakah RIM perlu diberi keistimewaan dan perkecualian? Arogankah kalau mengingatkan asing agar menghormati hukum dan undang-undang di Indonesia,” ujarnya.

“Ini untuk kepentingan yang lebih luas. Diberi sepotong \’kue kecil\’ lantas mati-matian bela asing. Minta hak yang besar untuk bangsa yang terhormat ini,” tegas Tifatul. [ain/hidayatullah.com]

Rep: Ainuddin Chalik
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Fatwa MUI “Ibadah Saat Covid-19 Mewabah” sebagai Panduan

Fatwa MUI “Ibadah Saat Covid-19 Mewabah” sebagai Panduan

DA’INA: KPK Jangan Ragu “Berjihad” Lawan Korupsi

DA’INA: KPK Jangan Ragu “Berjihad” Lawan Korupsi

Fadhlan Garamatan Akan Terima Penghargaan Pengabdian Umat Dari KAHMI

Fadhlan Garamatan Akan Terima Penghargaan Pengabdian Umat Dari KAHMI

MUI Imbau Umat Islam Shalat Ghaib untuk ‘Syuhada Selandia Baru’

MUI Imbau Umat Islam Shalat Ghaib untuk ‘Syuhada Selandia Baru’

DPD Desak Jokowi Respons Kasus Persekusi #2019GantiPresiden

DPD Desak Jokowi Respons Kasus Persekusi #2019GantiPresiden

Baca Juga

Berita Lainnya