Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

PKS Diminta Kembali jadi Partai Dakwah

Bagikan:

Hidayatullah.com– Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid menegaskan bahwa PKS harus kembali ke jati dirinya sebagai partai dakwah. 

Dalam siaran pers DPP PKS, Senin (27/12) Hidayat mengatakan, kembali ke jati diri PKS sebagai partai dakwah adalah sumber loyalitas kader dan konstituen untuk menghindari gejala deparpolisasi atau menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap parpol.

Hidayat menyatakan hal itu menanggapi survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang disampaikan Burhanuddin Muhtadi dalam Refleksi Akhir Tahun 2010 PKS yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (26/12). 

Burhanuddin juga menyampaikan catatan LSI mengenai tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu yang cenderung terus mengalami penurunan. Pada Pemilu 1999, jumlah pemilih tercatat sebanyak 92 persen, pada 2004 tercatat 84 persen dan pada Pemilu 2009 menurun lagi menjadi 71 persen. 

Menurut mantan Ketua MPR RI itu, karena prinsip Islam bersifat universal, maka perlu diterjemahkan dalam program aksi yang konkret untuk kepentingan seluruh rakyat sehingga fungsi dan kiprah partai bisa dirasakan.

Dalam acara tersebut, Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq mengatakan, terus menurunnya partisipasi masyarakat dalam Pemilu dirasa sangat  mengkhawatirkan sistem demokrasi, karena sekaligus menunjukkan meningkatnya sikap apatis masyarakat terhadap partai politik. 

Sebab itu, paket RUU Politik yang tengah dibahas di DPR harus mengantisipasi hal ini. PKS, katanya, sangat konsern dengan berbagai upaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap partai politik dan Pemilu.

Karenanya, kata dia, paket RUU politik yang bertolak belakang dengan semangat untuk meningkatkan jumlah pemilih tidak sejalan dengan pemikiran PKS. [mio/ant/hidayatullah.com]

Rep: Cholis Akbar
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Aliansi Keluarga Kokoh Bermartabat Prihatin Usulan Kondomisasi

Aliansi Keluarga Kokoh Bermartabat Prihatin Usulan Kondomisasi

GNPF: Selama Ini Ulama Hanya Jadi Stempel Politik

GNPF: Selama Ini Ulama Hanya Jadi Stempel Politik

TPM: Cara Densus 88 Menangkap Terduga Dinilai Tidak Menghargai Hukum

TPM: Cara Densus 88 Menangkap Terduga Dinilai Tidak Menghargai Hukum

MUI Bangun Menara dengan Nilai Rp 600 Miliar

MUI Bangun Menara dengan Nilai Rp 600 Miliar

Luhut Undang Pengusaha Media, Adhie: Tak Ada yang Mampu Kendalikan Sosial Media

Luhut Undang Pengusaha Media, Adhie: Tak Ada yang Mampu Kendalikan Sosial Media

Baca Juga

Berita Lainnya