Jum'at, 26 Maret 2021 / 13 Sya'ban 1442 H

Nasional

Koruptor Gayus Sudah Ada Sejak Zaman Romawi

Bagikan:

Hidayatullah.com — Nama Gayus dalam kasus korupsi, ternyata bukan terjadi dewasa ini di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, karena pada zaman Romawi pun sudah ada koruptor bernama Gayus (Gaius) Verres.

\”Dalam buku, saya temukan ada Gayus Verres, seorang koruptor yang hidup di zaman Romawi,\” kata Deputi Bidang Pencegahan Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Muhammad Najib Wahito, saat Penyuluhan Peringatan Hari Anti Korupsi Dunia di Batam, Kamis

Ia mengatakan, tidak hanya Gayus HP Tambunan yang lekat dengan korupsi, Gayus Verres juga memiliki kasus dan tingkah polah serupa di zaman Romawi.

\”Gayus Verre tamak dan brutal,\” kata Najib.

Gayus Verre adalah seorang gubernur pada zaman Romawi yang sewenang-wenang kepada masyarakat dengan menggunakan uang rakyat secara seenaknya.

Selain itu, ia mengemukakan, dalam memberikan hukuman kepada warga yang melanggar hukum dalam ukurannya juga diperlakukan seenaknya.

\”Dalam menentukan hukuman, ia meminta uang, agar hukuman yang diberikan lebih sedikit,\” cerita Najib.

Begitu pula dalam eksekusi hukuman mati. Gayus Verres kerap memberikan opsi kepada kerabat terdakwa, bila membayar uang, maka narapidana mati dapat dikuburkan secara layak. Sebaliknya, menurut Najib, bila tidak diberi uang, maka jenazah narapidana akan dilemparkan sebagai umpan makanan gladiator.

Ia mengemukakan, Gayus Verres mirip Gayus Tambunan saat dibawa ke pengadilan. Gayus Verres juga melakukan kriminalisasi kepada hakim dan jaksa.

\”Hakim dituduh macam-macam, karena dia gubernur pada masa itu, sehingga ia tahu banyak,\” kata Najib.

Mengenai Gayus Tambunan, ia menilai, telah melakukan kejahatan korupsi sempurna.

Gayus Tambunan diduga melakukan serangkaian manipulasi pajak yang melibatkan banyak pengusaha dan mengakibatkan kerugian negara miliaran rupiah. (ANT/www.hidayatullah.com)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

LPA Indonesia: Belum Ada Teknis Sanksi Pemberatan Kasus Prostitusi Online Anak-anak

LPA Indonesia: Belum Ada Teknis Sanksi Pemberatan Kasus Prostitusi Online Anak-anak

UAS Dukung Prabowo: Umat dan Ulama Berharap Besar kepada Bapak

UAS Dukung Prabowo: Umat dan Ulama Berharap Besar kepada Bapak

Dr Adian: Pendidikan Harus Melahirkan Mujahid Dakwah

Dr Adian: Pendidikan Harus Melahirkan Mujahid Dakwah

Relawan #2019GantiPresiden Beri Penghargaan 21 Tokoh Inspiratif

Relawan #2019GantiPresiden Beri Penghargaan 21 Tokoh Inspiratif

Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi di Indonesia, Dalam Sehari 4.176 Pasien

Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi di Indonesia, Dalam Sehari 4.176 Pasien

Baca Juga

Berita Lainnya