Selasa, 16 Februari 2021 / 5 Rajab 1442 H

Nasional

Azyumardi: ICMI Tak Berpolitik Praktis

Bagikan:

Hidayatullah.com–Ketua Presidium Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Azyumardi Azra menegaskan, ICMI tidak berpolitik praktis. “ICMI tak berpolitik praktis dan tidak menampilkan Islam politik,” katanya saat konferensi pers pra-muktamar ICMI V di Jakarta, Kamis (2/12).

Menurut dia, ICMI telah semakin dewasa dalam bertindak dan bersikap, apalagi setelah 20 tahun berdiri. Menurut dia, ICMI saat ini menjadi rumah bagi semua aliran politik maupun juga berbagai kalangan intelektual muslim.

“ICMI itu merupakan rumah bersama yang nyaman bagi semua parpol. Di ICMI ada PKS, PAN, Demokrat, Golkar dan lainnya, namun mereka bukan untuk berpolitik praktis. Tak hanya parpol tapi juga birokrat, aktivis semua ada di ICMI,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya menyakini ICMI saat ini sulit untuk ditarik-tarik ke dalam politik praktis. Hal ini terutama sejak perubahan sistem ketua umum menjadi presidium.

“Dulu sebelum presidium ICMI, saat sistem ketua umum ada gejala ICMI dibawa-bawa ke politik praktis. Hal inilah yang kemudian menjadi latar perubahan sistem ketua umum menjadi presidium,” katanya.

Ia mengatakan, menurut AD/ART ICMI, ketua umum partai politik dilarang menjabat sebagai presidium ICMI. Namun demikian, ia mengungkapkan saat ini dalam presidium ICMI terdapat Ketua Umum PAN. Ia menjelaskan, masuknya Hatta menjadi presidium ICMI jauh lebih dahulu sebelum ia menjadi ketua umum PAN.

Hatta Rajasa terpilih menjadi presidium ICMI pada 2005 di Makassar, sedangkan terpilih menjadi ketua umum PAN baru pada Januari 2010.

“Jadi kita tetap komitmen, dalam muktamar sesuai dengan AD/ART ketua umum parpol tidak diperbolehkan menjadi Presidium,” katanya.

Ia yakin, banyaknya aktivis partai politik tidak akan membuat ICMI dapat dengan mudah ditarik ke dalam politik praktis.

Presidium ICMI Nanat Fatah Natsir mengatakan, ICMI tidak berpolitik praktis, namun bukan berarti buta politik.

“ICMI lebih pada `high politic` (politik tingkat tinggi) yang lebih pada mewujudkan masyarakat yang berperadaban, masyarakat madina, tetapi dalam organisasi kita tidak melakukan politik praktis. Presidium inilah salah satu usaha agar ICMI tidak ditarik-tarik ke dalam politik praktis,” katanya.

Untuk itu, ia mengatakan, dalam muktamar ICMI V yang akan berlangsung di Bogor 5-7 Desember 2010 nanti, bentuk presidium ICMI tetap akan dipertahankan. [ant/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

HTI: Tuduhan Kebohongan SBY Bukan Akar Persoalan

HTI: Tuduhan Kebohongan SBY Bukan Akar Persoalan

Ja’far Umar Thalib Benarkan Dirinya Usul Pelarangan Buku Sayyid Qutb

Ja’far Umar Thalib Benarkan Dirinya Usul Pelarangan Buku Sayyid Qutb

Dialog dengan Majelis Agama Konghucu, Din Dorong Peningkatan Kerukunan

Dialog dengan Majelis Agama Konghucu, Din Dorong Peningkatan Kerukunan

Sidang Ahok Ditunda, Jaksa Agung – Tim JPU Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan RI

Sidang Ahok Ditunda, Jaksa Agung – Tim JPU Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan RI

UZMA Mengaku Dituduh Menyampaikan Ujaran Kebencian

UZMA Mengaku Dituduh Menyampaikan Ujaran Kebencian

Baca Juga

Berita Lainnya