Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Anas: Suap di Kepolisian Jadi Penyakit Menular

Bagikan:

Hidayatullah.com–Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, penyuapan di tubuh institusi kepolisian ibarat penyakit menular, yang menjadi ujian awal bagi Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo untuk segera dituntaskan.

“Bagi yang bersalah harus diberi sanksi yang sangat tegas. Kalau tak ada efek jera, kasus ini akan terulang kembali dan berpotensi menjadi penyakit menular,” kata Anas di sela kunjungannya di Pekanbaru, Riau, Minggu (14/11).

Anas mengatakan hal itu untuk menanggapi kasus Gayus Tambunan, tersangka kasus penggelapan pajak, yang menyuap sejumlah personel kepolisian untuk dapat bebas keluar-masuk Rutan Mako Brimob. Terungkapnya kasus tersebut telah mencoreng citra Kepolisian dan upaya penegakan hukum di Indonesia.

Karena itu, ia mengatakan, Jenderal Timur Pradopo harus segera menuntaskan kasus penyuapan itu secara tuntas, tegas, dan transparan.

“Ini harus dituntaskan Kapolri yang baru dan sebagai ujian pertama atau awal untuk menegakan disiplin di institusi kepolisian dan penegakan hukum dalam kasus-kasus yang ditangani kepolisian,” ujarnya.

Hingga kini ada sembilan polisi yang telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dari Gayus Tambunan agar bisa keluar dari Rutan Mako Brimob. Berdasarkan hasil penyelidikan Propam dan Bareskrim Polri, kesembilan anggota polisi itu telah memenuhi bukti permulaan cukup untuk dipersangkakan melanggar Pasal 5 ayat 2, pasal 11, pasal 12 Undang-Undang (UU) No.20 Tahun 2000 Tentang Perubahan UU No.31 Tahun 2009 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 dan Pasal 56.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Iskandar Hasan mengatakan, suap yang dilakukan Gayus berkisar Rp 50 juta hingga Rp60 juta. Jumlah paling banyak diterima Kepala Rutan Mako Brimob Komisaris Iwan Siswanto yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Anas menambahkan, sudah seharusnya hukuman yang ditimpakan ke Gayus harus ditambah menjadi seberat mungkin dengan mempertimbangkan perilakunya yang tak kapok melakukan kejahatan.

“Saya bukan bermaksud mempengaruhi otoritas hakim, tapi kalau dari sikap dan perilakunya, Gayus harus ditambah hukuman yang paling maksimal,” ujar Anas. [ant/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Muncul Video Bernuansa Penghinaan atas KH Arifin Ilham, Pembuatnya Diultimatum

Muncul Video Bernuansa Penghinaan atas KH Arifin Ilham, Pembuatnya Diultimatum

22 Dakwaan yang Tuduhkan Pada Tajul Muluk

22 Dakwaan yang Tuduhkan Pada Tajul Muluk

Sisi Lain Fatwa ‘Haram’ Presiden Wanita

Sisi Lain Fatwa ‘Haram’ Presiden Wanita

Kekeliruan Memandang Agama dan Politik karena Konstruksi Keilmuan yang Lemah

Kekeliruan Memandang Agama dan Politik karena Konstruksi Keilmuan yang Lemah

Kebersihan masjid

Jaga Kebersihan Masjid agar Jamaah Tidak Lebih Memilih SPBU

Baca Juga

Berita Lainnya