Kamis, 2 Desember 2021 / 26 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Indonesia-Malaysia Awal Kebangkitan Islam

Bagikan:

Hidayatullah.com–Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Din Syamsudin mengatakan, hubungan RI-Malaysia berpengaruh penting terhadap perkembangan dunia Islam pada umumnya, sehingga ia mengharapkan tokoh-tokoh ormas Islam di Indonesia dapat berkontribusi dalam menjaga hubungan tersebut.

Hal ini dinyatakannya pada pertemuan silaturahim pimpinan ormas Islam Indonesia dengan tokoh oposisi Malaysia Dato Sri Anwar Ibrahim Selasa pagi (12/10) di PP Muhammadiyah, Menteng Jakarta Pusat.

Ia juga menyatakan bahwa hubungan RI-Malaysia bukan sekedar mempengaruhi dunia Islam, tapi juga diperlukan untuk memajukan Islam secara signifikan, jika dipelihara dengan baik.

“Hubungan antarnegara ini sangat dibutuhkan untuk kebangkitan dunia Islam, sehingga kita harus menjaganya,” kata Din.

Menurutnya, kebangkitan dunia Islam sudah banyak diperkirakan oleh para ahli dan cendikiawan yang menyatakan berawal dari Indonesia dan Malaysia, negara berpenduduk mayoritas Muslim.

“Kebangkitan dunia Islam berawal dari dua negara ini sudah banyak diprediksi para pengamat, di antaranya Profesor Fazlur Rahman. Untuk itu kita perlu terus menjaga hubungan baik ini,” papar Din di hadapan Anwar Ibrahim dan pimpinan ormas Islam.

Din Syamsudin juga berharap masalah-masalah yang muncul antara RI-Malaysia dapat diselesaikan dengan baik, sehingga tidak perlu lagi ada ketegangan di antara dua negara yang memiliki banyak ikatan tersebut.

“Masalah yang ada kita harus diselesaikan dengan baik dengan rasa persaudaraan, karena kita terikat bukan hanya saudara serumpun, tetapi juga seiman.”

Pada kesempatan ini, Anwar Ibrahim banyak menceritakan kesan-kesannya terhadap hubungan Malaysia dan Indonesia. Ia juga banyak memberikan pandangan positif terhadap Indonesia dan perkembangan Islam di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut Anwar Ibrahim mendapat dukungan moril dari ormas-ormas Islam, bahkan Din Syamsudin mewacanakan untuk berkirim surat kepada PM Malaysia Najib Tun Abdul Razak, agar menyelesaikan persoalan fitnah yang menimpa pimpinan Partai Keadilan itu.

Sementara itu, mantan Wakil Perdana Menteri Anwar Ibarhim dalam pertemuan tersebut banyak menyoroti masalah kedua negara tetangga. Anwar berjanji akan menyelesaikan masalah ini jika ia terpilih memimpin Malaysia kelak. Tidak lupa ia juga mengucapkan terima kasihnya atas dukungan moril tokoh-tokoh Islam Indonesia.

“Saya bersyukur saudara-saudara di sini mau mendukung saya,” kata Anwar.

Dia juga berharap hubungan RI-Malaysia dapat pulih sediakala, seperti saat-saat pemerintahan Presiden Habibie dan pemerintahannya yang semasa ketika itu. [bil/hidayatullah.com]

foto: media indonesia

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

SII: 71 Tahun Merdeka, Indonesia Masih Tertindas

SII: 71 Tahun Merdeka, Indonesia Masih Tertindas

Jogja Sehat Tanpa Tembakau Kawal Perda Kawasan Tanpa Rokok di DI Yogyakarta

Jogja Sehat Tanpa Tembakau Kawal Perda Kawasan Tanpa Rokok di DI Yogyakarta

Prihatin Tenaga Pendidik dari Perempuan Kurang, Yayasan ini Dirikan Pesantren Khusus Wanita

Prihatin Tenaga Pendidik dari Perempuan Kurang, Yayasan ini Dirikan Pesantren Khusus Wanita

Fatwa MUI terkait Wabah: Shalat Idul Fitri Berjamaah atau Sendiri Sesuai Kondisi Daerah

Fatwa MUI terkait Wabah: Shalat Idul Fitri Berjamaah atau Sendiri Sesuai Kondisi Daerah

UBN: Sejak Aksi 411 dan 212, GNPF Sudah Ingin Berdialog dengan Presiden

UBN: Sejak Aksi 411 dan 212, GNPF Sudah Ingin Berdialog dengan Presiden

Baca Juga

Berita Lainnya