Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Jemaah Haji Harus Waspadai Cuaca “Ekstrem”

Bagikan:

Hidayatullah.com– Kloter awal Jamaah Haji Indonesia yang bertolak pada 11 Oktober nanti harus mewaspadai ancaman cuaca ekstrem tersebut dengan perlengkapan yang memadai. Pasalnya, Kota Mekkah luar biasa panas di siang hari.

Catatan Kementerian Agama (Kemenag), Mekkah sejak sepekan terakhir mengalami perubahan cuaca yang sangat ekstrem antara pagi dan siang hari. Pada pagi hari atau sekitar pukul 01.00 hingga 04.00 waktu setempat, suhu di Mekkah bisa mencapai 10 derajat Celcius. Tetapi di siang hari atau sekitar pukul 11.00 hingga 15.00 waktu setempat, suhu mencapai di atas 30 derajat Celcius.

Pantauan tim Media Center Haji Kementerian Agama di Mekkah, Kamis (7/10), kemarin di Mekkah, cuacana panas terik. Saking panasnya wajah yang tidak mengenakan masker terasa seperti ditampar-tampar saja.

Jamaah calon haji sebaiknya mempersiapkan masker untuk beraktivitas di siang hari.

Beda dengan Mekkah, cuaca di Madinah lumayan sejuk. Pantauan detikcom, Jumat (8/10), suhu pada pagi dan siang hari masih cukup bersahabat. Namun diperkirakan cuaca di Madinah akan berubah dingin. Pada pagi hari, suhu di Madinah sekitar 4 derajat Celsius, tetapi pada siang hari mencapai 35 derajat Celsius. Sementara malam akan dingin bercampur dengan angin.

“Jamaah mohon memperhatikan kesehatan. Baju hangat atau jaket dianjurkan jamaah saat berada di Madinah saat musim dingin,” imbau Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Subakin Abdul Muthalib.

Selain masker dan baju hangat, jamaah sebaiknya juga mengantisipasi cuaca ekstrem itu dengan membawa krim pelembab untuk muka dan bibir. Untuk jamaah yang kelompok risiko tinggi (risti) karena faktor usia yang sudah lanjut usia ataupun riwayat penyakit yang pernah diderita, diharapkan membawa obat-obatan pribadi.

Setdirjen Haji dan Umrah Kemenag, Abdul Ghafur Djawahir, sebelumnya mengingatkan jamaah selalu berupaya meminimalisir gangguan baik kesehatan maupun kendala lain. Terlebih sesuai standar pelayanan, peRead more…tugas haji sangat terbatas yakni lima orang untuk melayani 424 jamaah. [mch/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Soal Aliran Kepercayaan, MUI: Penerapan Putusan MK Sulit

Soal Aliran Kepercayaan, MUI: Penerapan Putusan MK Sulit

Patung Arjuna yang Pernah Ditolak Santri Purwakarta itu Terbakar

Patung Arjuna yang Pernah Ditolak Santri Purwakarta itu Terbakar

satgas covid-19

Satgas Covid-19 Minta Pemda Lakukan Pembenahan Penanganan Virus Corona

Cegah Kegaduhan, MUI Dorong Dialog antara Pemerintah dan Habib Rizieq

Cegah Kegaduhan, MUI Dorong Dialog antara Pemerintah dan Habib Rizieq

Mushalla di Tangerang Dirusak dengan Simbol Anti-Islam, Al-Qur’an Disobek

Mushalla di Tangerang Dirusak dengan Simbol Anti-Islam, Al-Qur’an Disobek

Baca Juga

Berita Lainnya