Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Amien: Ruhut Buat Dagelan Politik

Bagikan:

Hidayatullah.com–Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus pendiri PAN, Amien Rais, mengatakan, usulan anggota DPR dari Fraksi Demokrat Ruhut Sitompul untuk mengamandemen masa jabatan presiden menjadi tiga kali, merupakan dagelan (kelakar) politik.

“Jadi Ruhut Sitompul itu sedang membuat dagelan politik yang lucu, karena dia tahu jelas itu tidak mungkin,” kata Amien, di Jakarta, Senin (23/8) malam.

Menurut Amien, usulan Ruhut telah membuat masyarakat sadar bahwa masa jabatan presiden maksimum terpilih kembali hanya untuk dua periode.

Untuk itu, dirinya justru berterimakasih atas usulan Ruhut yang membuat masyarakat sadar sehingga masyarakat semakin paham dengan masa jabatan presiden. “Jadi saya ucapkan terimakasih pada Ruhut karena usulnya yang sangat mustahil sehingga rakyat tahu, `o iya ya` presiden cuma dua kali saja. Ruhut sedang ndagel (berkelakar), terimakasih kepada Ruhut karena dia sudah punya dagelan politik yang menyadarkan kita,” katanya.

Bahkan Amien berkelakar, bila Ruhut mampu untuk mengamandemen UUD 1945 terkait masa jabatan tersebut, dirinya rela untuk berjalan kaki dari Rumah PAN ke kediamannya. “Kalau sampai Ruhut itu bisa mengubah UUD, sampai tiga periode (jabatan) presiden saya akan jalan kaki dari sini ke rumah saya, rumah yang di sini (Jakarta),” candanya.

Amien menegaskan, masa jabatan presiden yang dibatasi hanya boleh dua kali terpilih tersebut merupakan hal yang mustahil untuk diubah. Sebab, menurutnya, hal itu merupakan amanat reformasi.

“Ada yang katakan cuma testing the water, kalau masyarakat diam mungkin akan dilanjutkan akan dikampanyekan, saya kira itu (tiga kali masa jabatan presiden) sudah sesuatu yang seperti benang basah lah, ya tidak bisa ditegakkan, mustahil,” katanya.

Ruhut, sebelumnya mengusulkan agar masa jabatan presiden untuk terpilih kembali dapat diperpanjang menjadi tiga periode dari sebelumnya yang hanya dua periode.

Hal itu mengundang polemik. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan tegas menyatakan menolak wacana pencabutan atau pengubahan ketentuan dalam UUD 1945 tentang pembatasan masa jabatan presiden paling lama dua periode.

Presiden Yudhoyono menyatakan, pembatasan masa jabatan adalah hasil amendemen pertama UUD 1945. Pada saat amendemen itu, Yudhoyono adalah Ketua Fraksi TNI di DPR dan sependapat untuk membatasi masa jabatan presiden paling lama dua periode. [ant/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Meski Dikeroyok, WH Tak Gentar Tegakkan Syariat di Langsa

Meski Dikeroyok, WH Tak Gentar Tegakkan Syariat di Langsa

Dakwah di Kampus Harus Tetap Waspadai Isu Liberalisme

Dakwah di Kampus Harus Tetap Waspadai Isu Liberalisme

Konferensi Media Islam Internasional Diadakan di Jakarta

Konferensi Media Islam Internasional Diadakan di Jakarta

MUI Minta Pengiriman TKW Ditunda

MUI Minta Pengiriman TKW Ditunda

Pemanggilan Habib Rizieq Dinilai Menunjukkan Negara Semakin Anti Kritik

Pemanggilan Habib Rizieq Dinilai Menunjukkan Negara Semakin Anti Kritik

Baca Juga

Berita Lainnya