Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Keluarga Tidak Tahu Baasyir Ditangkap

Bagikan:

Hidayatullah.com–Menantu Amir Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) Abubakar Ba’asyir, Ummu Sumayyah, mengaku baru tahu mertuanya ditangkap dari media. Bahkan, dari pihak keluarga yang ada di Solo, Jawa Tengah, pun tidak ada yang tahu.

“Tidak ada pemberitahuan penangkapan sama sekali. Kami semua kaget. Kita masih menunggu perkembangan berita selanjutnya,” kata Ummu Sumayyah kepada Hidayatullah.com, Senin (9/8) pagi ini.

Ummu mengatakan, selepas sholat Shubuh tadi dia masih sempat mengirimkan pesan singkat ke telepon genggam miliki Ustadz Abu. Ummu menanyakan kapan Ustadz Abu dan rombongan tiba di Solo.

“Beliau menjawab, akan tiba hari ini, Insya Allah. Makanya kami sekeluarga kaget sekali tiba-tiba ada kabar penangkapan itu,” jelas Ummu Sumayyah.

Ummu berharap, dia dan pihak keluarga bisa mendapatkan kejelasan secara detil informasi terkait kabar yang masih simpang siur ini.

Sebagaimana diwartakan, Amir Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) Abubakar Ba’asyir (ABB) ditangkap polisi bersama istrinya. Kabarnya, penangkapan terjadi di Banjar Patroman, Ciamis, Jawa Barat, dalam perjalanan pulang ke Solo.

Sampai saat ini telepon genggam Ustadz Abu belum bisa dihubungi.

Namun kepada Detikcom, Mabes Polri membenarkan kabar penangkapan Amir Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) Abubakar Ba’asyir (ABB). ABB ditangkap terkait kasus terorisme.

“Benar, Ba’asyir ditangkap,” kata Kabidpenum Mabes Polri Kombes Marwoto Soeto saat dikonfirmasi, Senin (9/8/2010).

Menurut Marwoto, Ba’asyir ditangkap terkait kasus terorisme. Namun, dalam kasus terorisme yang mana dan sejauh mana keterlibatan pengasuh Ponpes Ngruki itu, Marwoto masih pelit untuk berbagi informasi. [ain/ hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Pemerintah Agar Maksimal Lindungi TKI Pasca Eksekusi Mati Tuti

Pemerintah Agar Maksimal Lindungi TKI Pasca Eksekusi Mati Tuti

Awas! Menjajakan Diri Bisa Didenda Rp 50 Juta

Awas! Menjajakan Diri Bisa Didenda Rp 50 Juta

Wacana Evaluasi Doa Kemendikbud Dinilai Strategi “Test the Water”

Wacana Evaluasi Doa Kemendikbud Dinilai Strategi “Test the Water”

Tiga Mualaf Ikut Hapus Tato, 1 Orang Bersyahadat di Tempat Acara

Tiga Mualaf Ikut Hapus Tato, 1 Orang Bersyahadat di Tempat Acara

Bertani dan Berkebun untuk Keluar dari Krisis Global

Bertani dan Berkebun untuk Keluar dari Krisis Global

Baca Juga

Berita Lainnya