Orientalis Gagal Temukan adanya Filsafat Islam

Kalangan orientalis mengklaim bahwa tradisi filsafat hanya dimiliki oleh Yunani, dan umat Islam tidak berfilsafat 

Terkait


Hidayatullah.com–Sekalipun tradisi filsafat telah lama eksis di dunia Islam, hal ini dibantah, bahkan cenderung tidak diakui oleh kalangan orientalis. Para orientalis umumnya menolak dan mengatakan bahwa filsafat Islam tidak lebih dari penerimaan pasif intelektual muslim terhadap pemikiran para filsuf Yunani.

“Kalau benar demikian, tentu filsafat Islam tidak akan berbeda dengan filsafat Yunani, faktanya kan terbukti bahwa filsafat Islam berbeda dengan filsafat Yunani,” papar Dr. Syamsuddin Arif dalam acara kajian khusus INSISTS Minggu (1/8).

Menurut Syamsuddin Arif, penolakan orientalis disebabkan oleh  pendekatan mereka yang cenderung historis-filologis dan mengabaikan aspek mendasar mengenai filsafat itu sendiri. Sehingga mereka gagal menemukan adanya filsafat Islam.

“Klaim orientalis bahwa filsafat Islam itu nisbi disebabkan studi mereka yang menggunakan pendekatan historis-filologis. Seyyed Hossein Nasr menyebut pendekatan orientalis ini sama dengan pendekatan arkeolog untuk meneliti benda-benda purbakala atau artifak museum.”

Akibatnya mereka keliru memahami hakikat filsafat dan akibatnya orientalis itu pun memaksakan kehendak bahwa filsafat itu harus sama seperti apa yang mereka pahami, yakni tidak ada filsafat kecuali berasal dari Yunani,” terangnya.

Lebih lanjut dalam acara yang dihadiri puluhan aktivis dakwah itu, mengutip definisi filsafat yang dikemukakan oleh Al-Kindi, Syamsuddin menjelaskan bahwa secara prinsip, umat Islam telah mengenal kaidah berpikir filosofis jauh sebelum berinteraksi dengan filsafat Yunani. Bahkan secara aksiologis justru pemikiran filosofis pemikir muslim jauh lebih jelas dibandingkan dengan Yunani yang spekulatif dan selalu dalam pencarian.

 “Al-Kindi misalkan, dia menjelaskan bahwa yang dimaksud filsafat itu mempelajari hakikat segala sesuatu dengan tujuan untuk memahami kebenaran dan agar terhindar dari kekeliruan. Bandingkan dengan filsafat yang dipahami kebanyakan pembeo orientalis, mereka mengatakan bahwa filsafat itu mencari kebenaran. Dalam Islam, kebenaran itu sudah sangat jelas, tinggal dilaksanakan dan ditegakkan,” jelasnya.

Namun demikian masih ada individu dari orientalis yang melihat secara objektif. Sebagaimana diakui oleh Oliver Leaman, seorang orientalis, bahwa filsafat Islam sangat dinamis dan progresif bahkan kreatif.

“Leaman mengatakan bahwa filsafat Islam itu sangat filosofis, senantiasa hidup dan dinamis, tidak sekadar melanjutkan tradisi sebelumnya, akan tetapi juga membuat terobosan-terobosan kreatif dalam menjawan persoalan-persoalan lama maupun baru,” tegasnya.

Oleh karena itu umat Islam jangan salah paham terhadap filsafat Islam. Mengenai ada beberapa pihak atau kelompok pemikir umat Islam kontemporer yang masih menolak adanya filsafat Islam berikut kegunaannya, penulis buku “Diabolisme Pemikiran Orientalis” itu mengatakan bahwa semua itu merupakan strategi orientalis untuk menjauhkan umat Islam dari filsafat.

“Harus diakui bahwa studi Islam yang berkembang di negeri ini telah dikuasai oleh frame berpikir kaum orientalis. Jadi filsafat dipahami keliru dan seolah-olah menjadi racun yang sangat membahayakan. Kasus-kasus penyimpangan yang terjadi pada beberapa kampus Islam yang sempat menggemparkan umat Islam Indonesia menjadi pembenaran teraktual mengenai hal tersebut. Padahal jika filsafat dipahami secara baik dan benar dengan merujuk khazanah keilmuan ulama kita yang jauh lebih kredibel dibandingkan para orientalis, tentu filsafat akan mendorong umat Islam untuk lebih bersemangat dalam belajar, berdakwah dan mengkaji Islam secara lebih menyeluruh lagi,” katanya. [imam/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom

Editor: Administrator

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik:

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !