Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Umat Islam, Sering Jadi Korban Media

Bagikan:

 Hidayatullah.com–Pemberitaan yang ada di media kerap tendensius. Parahnya, umat Islam yang justru sering jadi korban. Kejadian itu, sering dilakukan media Barat dan tak sedikit juga media nasional. Banyak berita yang tidak adil (unfair) dalam memberitakan Islam. Pernyataan ini disampaikan Direktur Media Watch, Sirikit Syah, dalam seminar “Kapitalisme Pers dan Umat Islam”  di Unair, Surabaya Sabtu (31/7). Contoh yang paling jelas, ujar Sirikit, pemberitaan yang dilakukan Majalah TIME tahun 1998. Majalah tersebut, katannya sangat tendensius dalam memberitakan pertikaian kelompok antara pemuda di Ketapang, Jakarta dengan pendatang Ambon, di wilayah pusat hiburan. Karena ulah TIME, jelas Sirikit, konflik Ambon jadi meledak.
 Seperti diketahui, majalah tersebut secara vulgar memuat gambar pengejaran dan penyembelihan orang Ambon. Tidak hanya itu, identitas kelompoknya disebutkan dengan jelas identitas agama dan kesukuannya. Padahal, kata Sirikit, konflik itu tidak lain hanya masalah lahan parkir dan perilaku sehari-hari, tapi sayangnya oleh TIME justru dipotret sebagai konflik agama.
 Tak pelak, orang Ambon yang lari dari Jakarta kemudian “membantai” umat Islam yang sedang shalat Idul Fitri di masjid Ambon, tepatnya Februari 1999-dua bulan setelah laporan TIME.
 Lebih jelas, Sirikit mengatakan, dalam kasus pengeboman di Indonesia, media barat dengan mudah menyebut “Islamic terrorist”. Mungkin benar pelakunya beragama Islam, tapi kata Sirikit, menempelkan label Islam pada kata “teroris” sebuah stigmatisasi sistematis. Beda halnya dengan agama lain. Katanya, belum pernah ada penyebutan “Hindi Terrorists”, “Christian terrorists”, “Catholic Terrorists”, dan “Budhist Terrorists” dan sebagainya.
 Senada dilakukan The New York Times,  dalam peristiwa pengeboman di Jakarta tahun lalu, korespondennya buru-buru menulis berita dengan judul, “Militants Eyed in Indonesia Bombing”. Dan, di lead berita, ada kalimat yang ditulis, “Islamic terrorists”. “Sangat judgemental, menghakimi, trial by the press,” ujar Sirikit.
 Pemberitaan media massa juga terlihat tidak adil ketika eksekusi Tibo dkk (2006). Media mainstream ramai-ramai membela Trio Tibo dengan headline dan opini utama anti hukuman mati. Tidak hanya itu, ujar Sirikit, dalam insiden Monas, Munarman difitnah di halaman pertama sebuah media nasional.
 Lebih mengherankan lagi, kata Sirikit, pemberitaan Syekh Puji. Seolah tak ada penjahat lain sehingga harus menyeret Syekh Puji yang jelas-jelas menikah secara resmi, atas dasar cinta kasih dan sedang hidup bahagia. Puji dan Ulfa tidak melanggar hak siapa-siapa dan tidak menyakiti siapa-siapa. Sebab, lanjut Sirikit bila alasan hanya nikah di bawah umar, ada berapa banyak pasangan di bawah umur yang harus ditahan?
 Lagi pula, kata Sirikit, bila Indonesia mengakui Islam, bukankah perkawinan sah bila perempuan telah akil baligh?
 Selain Sirikit Syah,  seminar yang diprakarsai Dept. Ekonomi Syariah Unair dan INPAS Surabaya, menghadirkan peneliti INSISTS Dr. Adian Husaini dan Ketua Dewan Pengawas Pengurus Pusat PRSSNI, Judy Djoko Wajono. 
 Adian dalam kesempatan itu mengatakan, umat Islam memang kerap “dianiaya” media. Tapi, lanjut Adian, peristiwa ini tak harus menjadikan umat Islam sampai putus asa. Jika memang tidak ada yang bisa dilakukan, bisa dengan doa. Sebab,  doa orang yang dianiaya, kata Adian cepat dikabulkan Allah.
 Nah, jika ada upaya stigmatisasi opini terhadap Islam, bisa jadi, karena doa itu, opini tersebut, suatu saat justru akan berbalik. [ans/hidayatullah.com

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

2 Tahun Kasus Novel Tak Terungkap, Muhammadiyah Pertanyakan Jokowi & Kapolri

2 Tahun Kasus Novel Tak Terungkap, Muhammadiyah Pertanyakan Jokowi & Kapolri

Ketika Shaf Shalat Jamaah Reuni 212 Diperhatikan Betul

Ketika Shaf Shalat Jamaah Reuni 212 Diperhatikan Betul

Korban Tsunami Aceh Bahagia Terima Daging Qurban

Korban Tsunami Aceh Bahagia Terima Daging Qurban

DMI Imbau Pengurus Masjid/Mushalla Tanggap Sikapi Corona

DMI Imbau Pengurus Masjid/Mushalla Tanggap Sikapi Corona

BSMI Berikan Beasiswa Dokter Gaza

BSMI Berikan Beasiswa Dokter Gaza

Baca Juga

Berita Lainnya