Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Media Harus Antar Masyarakat Jadi Knowledge Society

Bagikan:


Hidayatullah.com—Pernyataan ini disampaikan Daniel M. Rasyid, Ph.D, penasehat Dewan Pendidikan Jatim, saat menanggapi kasus liputan media TV yang menampilkan adegan seronok artis asal Malang, Krisdayanti (KD) bersama Raul Lemos beberapa waktu lalu.

Menurut Daniel, jika media tak ikut membantu mencerdaskan masyarakat, maka bangsa Indonesia tak akan melahirkan masyarakat yang cerdas.

“Ini keprihatinan kita sebagai warga. Media harus ikut melahirkan sebuah masyarakat berpengetahuan (knowledge society), jadi jangan mau enaknya saja, “ ujarnya kepada hidayatullah.com, Senin (26/7) pagi.

Menurut Daniel, penayangan kasus memalukan pasangan yang belum berstatus suami-istri, Raul-KD, tak lain karena liputan “murahan” seperti itu banyak peminatnya.

“Jadi itu tak semata-mata kesalahan media. Sebab media tahu, masyarakat juga menyukai hal-hal seperti itu,“ tambahnya.

Menurutnya, kasus ini sebenarnya bagian dari cermin masyarakat yang “sakit” dan rendahnya tingkat baca masyarakat. Ia mencontohkan, tingkat menonton bangsa Indonesia lebih tinggi dibanding tingkat bacanya. Akhirnya banyak masyarakat suka menonton, mendengar, nguping, dan akhirnya nge-gosip.

“Masyarakat kita ini aneh, ada kecelakaan dan musibah ditonton, bukannya ditolong. Di warung, di pos dan di kampung-kampung, yang ada orang menonton, bukan membaca, “ katanya. Parahnya hal-hal seperti ini diberi tempat oleh media massa, khususnya TV.

Jika ingin bangsa Indonesia lebih cerdas,  pemerintah dan media harus ikut membantu lahirnya knowledge society itu. Jika masyarakat sudah cerdas, tayangan seperti KD dan Raul tak akan terlalu laku. Sebab, masyarakat tak membutuhkan.

Peringatan KPI

Sebagaimana diketahui, akibat penayangan adegan ciuman KD dan Raul, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), hari  Jumat 23 Juli 2010, melayangkan surat peringatan kepada empat stasiun televisi yang secara terang-terangan menayangkan adegan tersebut. Enam stasiun televisi tersebut, di antaranya Trans7, Indosiar, Trans TV, dan SCTV.

Sementara itu menanggapi gerakan Facebooker yang mengecam adegan memalukan itu, KD akhirnya meminta maaf kepada pers. Kepada wartawan, KD tak sakit hati dengan hujatan yang dialamatkan kepadanya. Ia justru merasa bersyukur telah diingatkan terkait perbuatannya yang dinilai tak pantas itu.

“Tadi pagi di Facebook juga saya dengar ‘Say No to KD’, itu karena sebegitu besar masyarakat mengingatkan saya, dan betapa buruknya saya mendapatkan cap seperti itu. Saya menyesali seperti ini,” sesalnya.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan adegan antara Krisdayanti dan Raul Lemos di program tayangan infotainment, beberapa waktu silam. KPAI menilai adegan tersebut sebagai tindakan asusila. “Saya melihat dia (Krisdayanti dan Raul) tidak peka terhadap lingkungan sosial,” kata Ketua KPAI Hadi Supeno di Jakarta, Senin (26/7).  [cha/hidayatullah.com]

 

Ilustrasi: republiktalenta.com

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Bogor dan Majalengka Raih “Daerah Halal Terbaik 2016”

Bogor dan Majalengka Raih “Daerah Halal Terbaik 2016”

Almarhum M Syachrie, Korban Aksi Bela Quran Tak Punya Riwayat Sakit Asma

Almarhum M Syachrie, Korban Aksi Bela Quran Tak Punya Riwayat Sakit Asma

Tagar #AhokDewaKorupsi Jadi Trending Topic Indonesia

Tagar #AhokDewaKorupsi Jadi Trending Topic Indonesia

PBB: LSF Jangan Berpihak Kepada Pemodal

PBB: LSF Jangan Berpihak Kepada Pemodal

Pengembangan Pengobatan Herbal di Indonesia Sangat Prospektif

Pengembangan Pengobatan Herbal di Indonesia Sangat Prospektif

Baca Juga

Berita Lainnya