Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

AS Akan Kembali Kerjasama dengan Kopassus

Bagikan:

 Hidayatullah.com–Amerika Serikat mengumumkan akan kembali membuka kerjasama militer secara bertahap dengan Komando Pasukan Khusus TNI atau Kopassus setelah terhenti selama 12 tahun akibat tuduhan pelanggaran HAM.
 Kepastian ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan AS Robert Gates dalam jumpa pers setelah bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (22/07) di Jakarta.
 Robert Gates mengatakan senang atas reformasi yang dilakukan TNI.
 Indonesia menyambut baik kebijakan tersebut, walau belum memastikan bentuk kerjasamanya.
 Namun koordinator LSM Kontras (Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), Usman Hamid mempertanyakan perubahan yang terjadi dalam tubuh Kopassus yang dicatat Robert Gates.
 “Perbaikan-perbaikan dalam Kopassus itu baru terjadi bulan-bulan terakhir setelah Pentagon memberi isyarat bahwa mereka harus mengeluarkan orang-orang yang terlibat pelanggaran HAM sebagai syarat pemulihan,” kata Usman Hamid kepada BBC Indonesia.
 “Seharusnya mutasi itu kan diumumkan secara terbuka sehingga ada pengakuan mengenai pelanggaran HAM tersebut,” tambah Usman Hamid.
 Sementara itu, organisasi Human Rights Watch bulan April lalu mengirimkan surat kepada Kongres Amerika yang berisi kekhawatiran mereka soal pelanggaran HAM yang dituduh dilakukan oleh Kopassus pada tahun 2009, namun hingga sampai saat ini, sepengetahuan organisasi ini belum ada yang dihukum.
 Hati-hati
 Amerika Serikat memutuskan hubungan dengan satuan militer khusus itu, Kopassus, tahun 1998 setelah Kopassus  dianggap AS terlibat dalam pelanggaran HAM di Timor Timur, dan di tempat-tempat lain.
 Pemerintahan Obama sedang berusaha membangun hubungan diplomatik dan militer dengan Indonesia, sekutu penting Amerika di dunia Muslim.
 Tetapi organisasi-organisasi hak azasi dan beberapa anggota Kongres Amerika telah menyuarakan keprihatinan bahwa beberapa pelanggar HAM  masih berada dalam kalangan Kopassus.
 Pejabat pertahanan Amerika itu mengatakan Washington akan melakukan “proses yang berhati-hati dan bertahap” dalam melanjutkan hubungan dengan satuan militer itu. [bbc/voan/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

MUI Dukung Pernyataan Hasyim Muzadi

MUI Dukung Pernyataan Hasyim Muzadi

Selain Palestina, Melawan Program War on Terror Juga Penting

Selain Palestina, Melawan Program War on Terror Juga Penting

“Jika Tuntutan Buruh Semakin Banyak dan Kritis, Artinya Rakyat Makin Susah”

“Jika Tuntutan Buruh Semakin Banyak dan Kritis, Artinya Rakyat Makin Susah”

Mendagri Sebut Pencabutan Perda Miras Hanya yang Tumpang Tindih

Mendagri Sebut Pencabutan Perda Miras Hanya yang Tumpang Tindih

Ribuan Pelajar dan Mahasiswa Aksi Turun Jalan ke DPR

Ribuan Pelajar dan Mahasiswa Aksi Turun Jalan ke DPR

Baca Juga

Berita Lainnya